Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Salah satu pelajaran terbesar dari pengalaman Omjay adalah pentingnya kesadaran diri terhadap kesehatan. Banyak dari kita baru menyadari pentingnya kesehatan setelah sakit datang.
Pemeriksaan kesehatan rutin sering dianggap tidak penting. Padahal, dengan melakukan cek tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol secara berkala, kita bisa mendeteksi risiko stroke sejak dini.
Omjay sendiri mengakui bahwa sebelum terkena stroke, ia tidak terlalu memperhatikan hal-hal tersebut. Aktivitas yang padat membuatnya merasa "baik-baik saja", hingga akhirnya tubuh memaksanya untuk berhenti.
Momen Titik Balik
Serangan stroke yang dialami Omjay menjadi titik balik dalam hidupnya. Dari seorang yang sangat aktif tanpa batas, ia belajar untuk lebih menghargai tubuhnya.
Proses pemulihan tidak mudah. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan semangat yang luar biasa. Namun, dari situlah lahir kesadaran baru bahwa kesehatan adalah investasi yang tidak bisa ditunda.
Omjay mulai mengubah pola hidupnya: menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengatur waktu istirahat, dan mengelola stres dengan lebih baik. Ia juga mulai berbagi pengalamannya kepada orang lain agar tidak mengalami hal yang sama.
Pelajaran untuk Kita Semua
Dari kisah ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil:
Penutup
Stroke bukanlah penyakit yang hanya menyerang orang tua atau mereka yang tampak lemah. Ia bisa datang kepada siapa saja, termasuk orang-orang hebat seperti Dr. Wijaya Kusumah.