Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang "Hari Kiamat Itu Nyata! Saat Semua Lari, Hanya Amalmu yang Akan Menyelamatkanmu". Artikel ini dipicu dari PERISTIWA DAHSYAT: PERSIAPAN MENUJU HARI KIAMAT YANG TAK TERELAKKAN.
Dalam kehidupan dunia yang serba cepat dan penuh hiruk pikuk ini, sering kali manusia terlena oleh kesibukan dan kenikmatan sesaat. Padahal, ada satu peristiwa besar yang pasti akan datang dan tidak bisa dihindari oleh siapa pun: Hari Kiamat. Sebuah peristiwa dahsyat yang digambarkan secara jelas dalam Al-Qur'an sebagai hari penuh kengerian, penyesalan, dan keadilan yang mutlak.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
(QS. Al-Hajj: 1)
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa Hari Kiamat bukan sekadar cerita, melainkan realitas yang pasti terjadi. Pada hari itu, manusia tidak lagi memiliki kekuatan, jabatan, atau harta yang dapat menyelamatkan mereka. Semua akan berdiri sendiri di hadapan Allah SWT, mempertanggungjawabkan setiap amal yang telah dilakukan di dunia.
Tidak Ada Pertolongan, Kecuali Amal Sendiri
Salah satu gambaran paling menggetarkan tentang Hari Kiamat adalah hilangnya rasa kepedulian antar manusia. Bahkan orang-orang terdekat pun tidak mampu saling menolong.
Allah berfirman:
"Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya."
(QS. 'Abasa: 34--37)
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada lagi tolong-menolong. Setiap individu sibuk dengan nasibnya sendiri. Maka benar adanya bahwa satu-satunya penolong kita kelak adalah amal kebaikan yang kita lakukan selama hidup di dunia.