Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini tentang "Punya Ide Hebat Tapi Tak Pernah Didengar? Ini Kesalahan yang Sering Kita Lakukan!" Ini kisah nyata. "Omjay yang Pernah mengalami Gugup Bicara. Sampai Akhirnya Sadar: Diam Tidak Pernah Membawaku ke Mana-Mana"
Pernahkah Anda merasa punya ide cemerlang... tapi saat ingin menyampaikannya, lidah justru terasa kaku? Otak penuh, hati berdebar, dan yang keluar hanya, "Eee... anu... itu..."?
Selamat. Anda tidak sendiri. Omjay juga pernah berada di titik itu. Sebuah titik di mana ide brilian hanya jadi penghuni kepala, bukan pengubah kehidupan. Omjay mengalaminya ketika belum berani bicara di depan umum.

Dulu, Omjay adalah tipe orang yang lebih nyaman menulis daripada berbicara. Kalau disuruh nulis? Wah, bisa sampai lupa makan. Tapi kalau diminta bicara di depan umum? Mendadak perut seperti diisi kupu-kupu dan bahkan kadang seperti diisi ayam satu kandang!
Padahal, Omjay tahu satu hal penting: Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu... tapi karena tidak bisa menyampaikan idenya.
Dunia Menilai Apa yang Terlihat
Suatu hari, Omjay menghadiri sebuah acara pelatihan guru. Di sana, ada satu peserta yang menurut Omjay biasa saja dari segi materi. Tapi begitu dia bicara, wow semua orang terpukau. Tepuk tangan meriah, bahkan ada yang langsung minta foto.
Omjay pun bergumam dalam hati,
"Loh, materinya biasa saja... tapi kok bisa sehebat itu ya responnya?"

Di situlah Omjay tersadar: Dunia tidak hanya menilai kemampuan dan dunia menilai apa yang terlihat. Lalu yang paling terlihat? Cara kita berbicara.
Sejak saat itu, Omjay mulai merenung. Jangan-jangan selama ini bukan idenya yang kurang bagus... tapi cara menyampaikannya yang belum "menggigit". Masalahnya Bukan Tidak Bisa. Sering kita berkata pada diri sendiri, "Saya memang tidak pandai bicara..."
Padahal kenyataannya? Masalahnya bukan kita tidak bisa... tapi kita belum tahu caranya. Omjay membuktikan sendiri. Awalnya, setiap diminta bicara di depan kelas atau seminar, suara sering gemetar. Tangan dingin, keringat dingin, bahkan kadang lupa mau ngomong apa.
Lucunya, setelah selesai... Omjay selalu berkata dalam hati: "Padahal tadi saya tahu jawabannya..." Nah, itu dia. Tahu... tapi tidak tersampaikan.
Akhirnya Omjay mulai belajar dari nol. Benar-benar nol. Dari yang awalnya bicara sambil melihat lantai... sampai akhirnya berani menatap audiens. Dari yang awalnya membaca slide... sampai akhirnya bisa bercerita tanpa teks.
Dan percaya atau tidak, perubahan itu tidak instan. Tapi perlahan-lahan... hasilnya luar biasa.
Terlambat Sukses Karena Terlalu Lama Ragu
Ada satu kalimat yang sangat "menampar" Omjay:
"Banyak orang terlambat sukses... karena terlalu lama ragu."
Padahal, tidak ada pembicara hebat yang langsung jago sejak lahir. Semua pernah gugup. Semua pernah salah. Bahkan mungkin pernah jadi bahan tertawaan.
Omjay juga pernah salah ucap di depan banyak orang. Harusnya bilang "strategi pembelajaran"... malah keluar "struk pembelanjaan". Audiens langsung tertawa.
Waktu itu, Omjay sempat malu. Tapi sekarang? Itu jadi cerita lucu yang selalu dikenang. Dari situ Omjay belajar: Tidak apa-apa salah. Yang penting berani mencoba.
Cara Bicara Menentukan Cara Orang Memperlakukan Kita
Ini bagian yang paling "ngena". Tanpa sadar, cara kita bicara menentukan cara orang memperlakukan kita.
Omjay mulai merasakan perubahan itu. Dulu, saat masih gugup, orang sering tidak terlalu memperhatikan. Tapi ketika cara bicara mulai lebih jelas, terstruktur, dan percaya diri... respon orang berubah.
Mereka mulai mendengarkan. Mulai menghargai Omjay. Bahkan mulai mengundang Omjay untuk berbicara di berbagai kesempatan. Padahal orangnya masih sama. Ilmunya juga tidak jauh berbeda. Yang berubah hanya satu: cara menyampaikannya.
Belajar Bicara dari Nol
Omjay percaya, setiap orang bisa belajar bicara. Tidak peduli usia, latar belakang, atau profesi. Mulailah dari hal kecil:
Berani berbicara di depan cermin
Berlatih menjelaskan sesuatu dengan sederhana
Merekam suara sendiri (meskipun awalnya malu dengarnya!)
Berani berbicara di forum kecil
Dan yang paling penting: jangan takut terlihat "tidak sempurna". Karena kesempurnaan itu datang dari keberanian untuk memulai.
Penutup: Jangan Biarkan Ide Hebatmu Terkubur Diam
Bayangkan berapa banyak ide hebat di dunia ini yang tidak pernah terdengar... hanya karena pemiliknya takut bicara. Jangan sampai kita jadi salah satunya. Omjay sudah membuktikan: dari gugup, bisa jadi percaya diri. Dari diam, bisa jadi didengar.
Dan perjalanan itu dimulai dari satu langkah sederhana: berani membuka mulut... dan mencoba.
Karena pada akhirnya, yang membedakan bukan hanya kemampuan... tapi cara kita menyampaikannya. Jadi, masih mau diam... atau mulai bicara hari ini?
Pada akhirnya, dunia tidak akan pernah tahu betapa hebatnya dirimu... jika kamu memilih untuk terus diam. Beranilah bersuara, karena satu kalimat yang kamu ucapkan hari ini, bisa jadi mengubah hidupmu esok hari.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay
