Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini diberi Judul: "Saat Hati Terasa Sempit, Mungkin Kita Lupa Istighfar". Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta dimana saja anda berada.
Kadang hati terasa sempit bukan karena masalah, tapi karena lupa istighfar. Yuk hidupkan hati temukan tenang, dan dekatkan diri pada Allah. sekarang!
Pagi hari adalah waktu terbaik untuk menata hati. Saat dunia belum terlalu riuh, saat pikiran masih jernih, dan saat jiwa masih mudah disentuh oleh kebaikan. Di momen inilah kita sering diingatkan pada satu amalan sederhana, tetapi memiliki kekuatan luar biasa: istighfar.

Banyak orang mengira bahwa kelelahan yang mereka rasakan berasal dari padatnya aktivitas. Jadwal yang penuh, tuntutan pekerjaan, masalah keluarga, hingga tekanan hidup yang datang silih berganti. Namun, tanpa disadari, ada kelelahan yang lebih dalam dari itu semua, yaitu lelahnya hati karena jauh dari mengingat Allah.
Hati yang jarang dibersihkan akan mudah mengeras. Ia menjadi sensitif terhadap masalah kecil, mudah gelisah, dan sulit merasakan ketenangan. Padahal, bukan masalahnya yang terlalu besar, tetapi hati kita yang tidak cukup kuat untuk menanggungnya. Di sinilah istighfar menjadi penawar.
Istighfar bukan sekadar ucapan "Astaghfirullah". Ia adalah pengakuan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa kita adalah manusia yang penuh kekurangan. Dalam setiap istighfar, ada harapan untuk diampuni, ada keinginan untuk diperbaiki, dan ada kerinduan untuk kembali dekat kepada Allah.
Keutamaan-keutamaan Istighfar dengan penceramah Ustadz Jamaludin, Lc. bisa menjadi rujukan anda. Ceramah Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam banyak ayat-Nya di dalam Al-Quran memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa bertaubat dan beristighfar. Klik https://www.youtube.com/watch?v=pDwxTU-NzvA
Allah pun menamai dan mensifati diri-Nya dengan Al-Ghaffaar, Al-Ghafuur, Ghafirudz dzunub, Dzil maghfirah serta memuji dan menjanjikan pahala yang banyak untuk orang-orang yang senantiasa beristighfar. Semua itu menunjukkan keutamaan istighfar dan butuhnya manusia terhadap istighfar.
Menariknya, istighfar bukan hanya untuk mereka yang merasa banyak berbuat dosa. Justru, istighfar adalah kebutuhan semua manusia, tanpa terkecuali. Bahkan Rasulullah , manusia paling mulia dan dijamin surga, tetap beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya tentang dosa, tetapi tentang menjaga hati agar tetap hidup.
Bayangkan jika kita jarang beristighfar. Dosa-dosa kecil yang kita anggap sepele akan menumpuk. Ucapan yang menyakiti orang lain, pikiran negatif, prasangka buruk, kelalaian dalam ibadah---semua itu perlahan mengotori hati. Lama-kelamaan, hati menjadi berat, sulit menerima nasihat, dan kehilangan kepekaan terhadap kebaikan.
Sebaliknya, ketika istighfar menjadi kebiasaan, sesuatu yang luar biasa mulai terjadi. Hati yang semula gelisah perlahan menjadi tenang. Pikiran yang kusut mulai menemukan kejernihan. Masalah yang terasa besar menjadi lebih ringan. Bukan karena masalah itu hilang, tetapi karena hati kita diperkuat oleh kedekatan dengan Allah.
Allah sendiri menjanjikan ampunan dan kebaikan bagi mereka yang beristighfar. Dalam Al-Qur'an disebutkan:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun." (QS. Nuh: 10)
Ayat ini sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk beristighfar, tetapi juga menegaskan bahwa Dia Maha Pengampun. Artinya, tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni selama kita mau kembali.
Lebih dari itu, istighfar juga menjadi pembuka pintu rezeki. Banyak ulama menjelaskan bahwa istighfar dapat melapangkan kehidupan. Rezeki bukan hanya tentang uang, tetapi juga kesehatan, ketenangan, keluarga yang harmonis, dan kemudahan dalam urusan.
Sering kali kita mencari solusi ke mana-mana ketika hidup terasa sempit. Kita mencari cara, strategi, bahkan bantuan dari berbagai pihak. Itu semua tidak salah. Namun, kita sering lupa bahwa ada solusi yang sangat dekat dan mudah dilakukan---yaitu memperbanyak istighfar.
Istighfar tidak membutuhkan waktu khusus. Ia bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saat berjalan, saat menunggu, saat bekerja, bahkan saat hati sedang resah. Justru di saat itulah istighfar menjadi paling bermakna.
Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan secara konsisten, akan membawa perubahan besar. Hati menjadi lebih lembut. Emosi lebih terkendali. Pikiran lebih jernih. Dan yang paling penting, kita merasa tidak sendirian dalam menjalani hidup, karena ada Allah yang selalu dekat.
Namun, satu hal yang perlu diingat: jangan menunggu hati terasa lapang untuk beristighfar. Justru, istighfar adalah jalan menuju kelapangan itu. Banyak orang berkata, "Nanti kalau sudah tenang, saya mau lebih dekat kepada Allah." Padahal yang benar adalah sebaliknya. Bila dekat kepada Allah-lah yang membuat hati menjadi tenang.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat ini, kita sering kehilangan momen untuk berhenti sejenak dan merenung. Kita terlalu sibuk mengejar dunia, hingga lupa merawat hati. Padahal, hati adalah pusat dari segala keputusan dan tindakan kita.
Jika hati baik, maka hidup akan terasa lebih ringan. Jika hati tenang, maka masalah tidak lagi terasa menakutkan. Dan salah satu cara paling sederhana untuk menjaga hati tetap hidup adalah dengan istighfar.
Mari kita mulai hari ini dengan membiasakan istighfar. Tidak perlu menunggu sempurna, tidak perlu menunggu waktu luang. Cukup mulai dari sekarang, dari hal kecil, dari kesadaran bahwa kita membutuhkan ampunan Allah setiap saat.
Semoga dengan istighfar, hati kita menjadi lebih hidup. Semoga dengan istighfar, langkah kita menjadi lebih ringan. Dan semoga dengan istighfar, hidup kita dipenuhi keberkahan.
Tetap semangat, terus memperbaiki diri, dan jangan pernah lelah untuk kembali kepada-Nya.
Barakallah fiikum.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru Blogger Indonesia
