Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dulu Saya Mengira Guru Senior Itu Malas, Ternyata Saya Yang Belum Paham

17 April 2026   07:07 Diperbarui: 17 April 2026   08:31 166 8 5

Jika dulu pertanyaannya adalah, "Bagaimana saya bisa terlihat inovatif?", kini berubah menjadi, "Apakah ini benar-benar membantu siswa saya memahami pelajaran?"

Jika dulu energi dicurahkan untuk mengikuti semua hal baru, kini energi dijaga untuk hal yang paling berdampak. Jika dulu ukuran keberhasilan adalah pengakuan dan sertifikat, kini ukuran keberhasilan adalah senyum dan pemahaman siswa di kelas.

Menjadi guru senior juga mengajarkan bahwa energi bukanlah sesuatu yang bisa digunakan tanpa batas. Ada titik di mana seseorang harus mulai memilih: mana yang perlu diikuti, dan mana yang cukup disadari saja. Bukan karena menyerah, tetapi karena memahami prioritas.

Banyak guru senior memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam program-program yang bersifat seremonial. Mereka bukan menolak perubahan, tetapi mereka belajar membedakan antara perubahan yang substansial dan perubahan yang hanya administratif.

Mereka tahu bahwa pendidikan sejatinya tidak terjadi di ruang rapat atau dalam laporan panjang. Pendidikan terjadi di ruang kelas---dalam interaksi sederhana antara guru dan siswa, dalam penjelasan yang sabar, dalam perhatian yang tulus, dan dalam kehadiran yang utuh.

Saya mulai menyadari bahwa diamnya mereka bukanlah tanda berhenti bergerak. Itu adalah bentuk lain dari gerak---gerak yang lebih tenang, lebih terarah, dan lebih bermakna.

Mereka memilih menjaga kewarasan. Mereka memilih menjaga semangat agar tidak habis oleh tuntutan yang terus berubah. Mereka memilih tetap hadir secara utuh untuk siswa, dibandingkan habis energi untuk hal-hal yang tidak langsung berdampak.

https://www.youtube.com/watch?v=ip6HwNr1w4o

Kini saya belajar untuk tidak lagi menghakimi. 

Saya belajar bahwa setiap fase dalam kehidupan guru memiliki tantangannya sendiri. Guru muda dengan semangatnya adalah penggerak perubahan. Guru senior dengan kebijaksanaannya adalah penjaga arah agar perubahan tetap bermakna.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3