Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

PGRI Desak Pemerintah Buka Kembali Rekrutmen CPNS

20 April 2026   04:41 Diperbarui: 20 April 2026   05:57 398 12 8

Sambutan ketua umum pb pgri/dokpri
Sambutan ketua umum pb pgri/dokpri

PGRI Desak Pemerintah Buka Kembali Rekrutmen Guru Lewat CPNS: Antara Harapan, Realita, dan Masa Depan Pendidikan

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, suara para guru kembali menggema. Melalui forum Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II tahun 2026, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara tegas mendorong pemerintah untuk membuka kembali rekrutmen guru melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Desakan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari realitas di lapangan yang masih menyisakan banyak persoalan mendasar terkait tenaga pendidik di Indonesia.

https://youtube.com/shorts/8N1ijZY68PM?si=GeZdam5vJBPHNmgB

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, menegaskan bahwa keberadaan guru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar status administratif, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan yang berkelanjutan. Guru ASN memiliki kepastian karier, perlindungan hukum, serta jaminan kesejahteraan yang relatif lebih stabil. Semua itu pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.

Menurut Unifah, kebijakan rekrutmen guru tidak boleh setengah hati. Negara harus hadir secara utuh dalam memastikan bahwa profesi guru menjadi pilihan yang menjanjikan, bukan justru penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, PGRI memandang bahwa jalur CPNS harus kembali dijadikan sebagai kebijakan utama dalam pemenuhan kebutuhan guru secara nasional.

Antara CPNS dan PPPK: Sebuah Persimpangan Kebijakan

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah memang lebih mengandalkan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai solusi pemenuhan kebutuhan guru. Namun, dalam praktiknya, skema ini masih menyisakan sejumlah persoalan.

PGRI secara terbuka mengkritik mekanisme PPPK, terutama untuk kategori paruh waktu. Banyak guru yang merasa berada dalam ketidakpastian, baik dari sisi penghasilan maupun jaminan masa depan. Gaji yang belum merata, tunjangan yang belum optimal, hingga status kerja yang terbatas waktu menjadi keluhan yang kerap muncul.

Dalam pandangan PGRI, kondisi ini tentu tidak ideal bagi profesi yang memegang peran strategis dalam mencetak generasi bangsa. Guru membutuhkan rasa aman, bukan sekadar kontrak kerja yang sewaktu-waktu dapat berakhir.

Oleh karena itu, PGRI bahkan mengusulkan agar pemerintah secara bertahap mengevaluasi---bahkan menghentikan---mekanisme PPPK sebagai jalur utama rekrutmen guru, dan kembali menempatkan CPNS sebagai fondasi utama pengangkatan tenaga pendidik di Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4