Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

PGRI Desak Pemerintah Buka Kembali Rekrutmen CPNS

20 April 2026   04:41 Diperbarui: 20 April 2026   05:57 391 12 8

Tata Kelola Guru: Masalah Lama yang Belum Tuntas

Namun, persoalan pendidikan tidak berhenti pada rekrutmen semata. PGRI juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola guru dan tenaga kependidikan secara menyeluruh.

Masalah klasik seperti kekurangan guru di daerah terpencil, distribusi yang tidak merata, hingga perencanaan kebutuhan yang kurang akurat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, ada daerah yang kelebihan guru, sementara di sisi lain masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.

PGRI menilai bahwa pemerintah perlu membangun sistem perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan. Rekrutmen guru harus diselaraskan dengan kebutuhan daerah, bukan sekadar angka administratif.

Selain itu, percepatan pengisian formasi kosong juga menjadi hal yang mendesak. Setiap ruang kelas yang kosong tanpa guru adalah kehilangan kesempatan belajar bagi siswa.

Anggaran Pendidikan: Antara Amanat dan Realisasi

Dalam forum tersebut, PGRI juga kembali mengingatkan pentingnya optimalisasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Namun, persoalannya bukan hanya pada besaran anggaran, melainkan pada bagaimana anggaran tersebut dikelola. Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi kunci agar dana pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

PGRI berharap agar anggaran pendidikan tidak hanya terserap untuk program administratif, tetapi juga benar-benar menyentuh kebutuhan utama, seperti peningkatan kesejahteraan guru, pelatihan profesional, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Kesejahteraan Guru: Kunci Kualitas Pendidikan

Tidak bisa dipungkiri, kesejahteraan guru masih menjadi isu krusial. PGRI menegaskan bahwa perhatian terhadap guru tidak boleh hanya difokuskan pada ASN, tetapi juga harus mencakup guru non-ASN, baik di sekolah negeri maupun swasta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4