Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
https://youtube.com/shorts/_vWaWDSfay4?si=SfhaYRKCJrI8m_Ps
Cita-Cita Paling Jujur: Jadi Kakek Pensiunan!
Kisah humor yang dituliskan Oleh: Omjay Guru Blogger Indonesia untuk kompasiana. Omkay dapatkan kisahnya ketika nguping obrol anak smp labschool jakarta yang akan sholat berjamaah di masjid baitul ilmi Labschool Rawamangun Jakarta Timur.

Kalau kita tanya anak SD, "Cita-citamu apa?", biasanya jawabannya standar: dokter, polisi, pilot, atau presiden. Jawaban-jawaban yang sudah dicetak rapi di buku paket dan diulang dari generasi ke generasi.
Tapi kali ini beda. Seorang siswa SD dengan polosnya menulis:
"Cita-citaku adalah menjadi kakek pensiunan."
Saya Omjaynlangsung terdiam. Bukan karena terharu. Tapi karena... ini anak terlalu jujur untuk ukuran manusia modern.
Mari kita telaah logika luar biasa ini.
1. Hidup Tanpa Alarm Pagi
Bagi kita yang masih aktif bekerja, bunyi alarm itu seperti suara azab versi dunia.
"Tit! Tit! Tit!"
Belum buka mata, tangan sudah refleks mencari tombol snooze sambil berharap hidup bisa di-restart.
Sementara kakek pensiunan?
Bangun pagi bukan karena terpaksa, tapi karena ingin. Bahkan kadang bangun lebih pagi dari ayam, bukan karena kerja, tapi karena... tidurnya sudah cukup!
Dan kalau masih ngantuk? Ya tinggal tidur lagi.
Tidak ada rapat. Tidak ada absen. Tidak ada guru piket yang mencatat keterlambatan. Semua dilakukan alamiah saja tanpa paksaan.
2. Tidak Ada PR dan Les Tambahan
Coba jujur, berapa banyak trauma masa kecil kita berasal dari kalimat:
"PR belum dikerjakan?"
Atau yang lebih menegangkan:
"Besok ulangan."
Hidup anak zaman sekarang bahkan lebih sibuk dari menteri.
Pagi sekolah, siang les, sore kursus, malam tugas.
Bandingkan dengan kakek pensiunan:
PR-nya cuma satu saja. Dia harus minum obat tepat waktu.
Les tambahannya?
Paling-paling les jalan pagi sambil ngobrol dengan sesama "alumni kehidupan".
3. Menu Sarapan: Filosofi Kehidupan
Anak SD ini sangat visioner. Dia tahu bahwa kebahagiaan itu sederhana:
mencari makan pagi tanpa tekanan.
Bayangkan...Pagi-pagi jalan santai, lalu berhenti di warung:
* "Bu, soto satu ya."
* "Sekalian bubur ayam, tambahin kerupuk."
* "Eh, nasi uduk juga boleh deh, mumpung lapar."
Ini bukan sekadar sarapan.
Ini adalah bentuk kemerdekaan sejati.
Tidak ada diet ketat. Tidak ada hitung kalori pakai aplikasi.
Yang penting satu: "Selama tidak kebanyakan." (ini kalimat sakti semua kakek)
4. Duduk di Bawah Pohon: Aktivitas Premium
Di usia produktif, duduk tanpa tujuan sering dianggap "tidak produktif". Tapi begitu pensiun? Itu berubah menjadi kegiatan bernama: menikmati hidup.
Kakek Duduk di bawah pohon, lihat angin lewat, lihat daun jatuh, lihat orang lewat...
Dan tiba-tiba merasa jadi filsuf.
Kalimat yang sering keluar:
"Dulu waktu saya muda..."
Padahal yang dia lakukan cuma duduk.
Tapi aura kebijaksanaannya naik 300%.
5. Minuman Sepanjang Hari
Ini bagian yang paling menarik.
* Pagi: kopi
* Sore: teh
* Malam: wedang jahe
Ini bukan sekadar minuman.
Ini jadwal harian yang lebih konsisten daripada jadwal pelajaran.
Tidak ada kopi "biar melek kerja".
Tidak ada teh "biar kuat lembur".
Semua diminum karena satu alasan:
"Enak."

6. Transportasi Diskon dan Kursi Prioritas
Di usia muda, kita berebut kursi di bus.
Di usia tua, kursi itu... datang sendiri.
Ada semacam kekuatan tak terlihat.
Begitu kakek masuk kendaraan umum, tiba-tiba ada yang berdiri:
"Silakan, Pak."
Ini bukan sekadar sopan santun.
Ini adalah achievement unlocked dalam kehidupan.
Belum lagi diskon sana-sini.
Naik kereta, nonton bioskop, semua lebih murah.
Setelah puluhan tahun bayar penuh, akhirnya semesta berkata:
"Ini cashback untuk hidupmu."
7. Makan Apa Saja (Dengan Sedikit Catatan)
Daftar makanan yang disebutkan anak SD ini luar biasa:
Omelet tiram, kue beras, tempura, soto bihun, tahu bakso, sosis bakar, cilok...
Ditambah dessert: es cincau, es krim, puding, es kacang hijau.
Ini bukan menu.
Ini adalah festival kuliner berjalan.
Memang ada satu syarat kecil:
"Selama tidak kebanyakan."
Yang menarik, "tidak kebanyakan" itu definisinya fleksibel.
Kadang satu porsi. Kadang... tiga.
8. Hobi Tanpa Batas
Saat muda, hobi sering kalah oleh kewajiban.
Mau melukis? Tidak sempat.
Mau nyanyi? Nanti saja.
Mau main tenis? Tunggu libur.
Saat pensiun?
Semua berubah.
Main HP? Silakan.
Nyanyi? Bebas.
Melukis? Gas.
Sepedaan? Jalan.
Reuni? Wajib!
Tidak ada lagi kalimat "nanti kalau sempat".
Karena sekarang... *waktunya memang untuk diri sendiri.*
9. Kesimpulan yang Menampar (Tapi Lucu)
Anak SD ini tanpa sadar sedang mengajarkan sesuatu yang dalam:
Kita sibuk mengejar masa depan, tapi lupa bahwa tujuan akhirnya adalah... hidup yang tenang dan bahagia.
Ironisnya, gambaran bahagia itu justru dia lihat dari seorang kakek pensiunan.
Artinya apa? Mungkin selama ini kita terlalu serius menjalani hidup.
Padahal versi paling jujurnya sederhana:
tidur cukup, makan enak, ngobrol santai, dan menikmati waktu.
10. Penutup: Cita-Cita yang Tidak Perlu Ditertawakan
Awalnya kita tertawa membaca cita-cita ini.
Tapi semakin dipikirkan... kok masuk akal?
Jadi kakek pensiunan itu bukan sekadar status. Itu adalah fase di mana seseorang akhirnya bisa berdamai dengan hidup.
Mungkin bukan cita-cita utama.
Tapi diam-diam... itu tujuan akhir banyak orang.
Jadi, kalau ada anak bilang:
"Aku ingin jadi kakek pensiunan..."
Jangan buru-buru dikoreksi.
Siapa tahu...dia adalah satu-satunya yang benar-benar paham arti bahagia sejak kecil.
Salam sehat selalu, dan jangan lupa bahagia.
Karena kalau tidak sekarang... nanti kita akan menunggu jadi kakek dulu. Hehehe
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com
