Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

5 Kebiasan Kecil yang Bikin Guru Terlihat Profesional

25 April 2026   12:40 Diperbarui: 25 April 2026   12:40 206 3 0

Penampilan yang baik juga meningkatkan kepercayaan diri guru saat mengajar. Siswa pun cenderung lebih menghormati guru yang tampil profesional. Dalam dunia pendidikan, guru adalah teladan. Apa yang dikenakan dan bagaimana cara membawa diri menjadi bagian dari proses pembelajaran itu sendiri.

3. Menyiapkan Materi Sebelum Masuk Kelas: Kunci Kepercayaan Siswa

Guru yang masuk kelas tanpa persiapan ibarat pelaut tanpa kompas. Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana menyusun alur pembelajaran yang menarik, jelas, dan bermakna.

Persiapan materi meliputi:

  • Memahami tujuan pembelajaran
  • Menyiapkan media atau alat bantu
  • Mengantisipasi pertanyaan siswa
  • Menentukan metode yang sesuai

Guru yang siap akan terlihat lebih percaya diri, tidak gugup, dan mampu mengelola kelas dengan baik. Siswa pun akan merasakan bahwa guru mereka benar-benar menguasai materi. Dari sinilah kepercayaan tumbuh.

Sebaliknya, guru yang tidak siap cenderung mengajar seadanya, kurang terarah, dan membuat siswa kehilangan minat belajar.

4. Menggunakan Bahasa Positif: Membangun Suasana Belajar yang Sehat

Bahasa adalah alat utama dalam interaksi pembelajaran. Kata-kata yang digunakan guru dapat membangun atau justru meruntuhkan semangat siswa. Guru profesional memahami bahwa cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri.

Mengganti perintah dengan ajakan adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Misalnya:

  • "Ayo kita kerjakan bersama" terasa lebih hangat dibanding "Cepat kerjakan!"
  • "Coba lagi, kamu pasti bisa" lebih membangun daripada "Kamu salah terus!"

Bahasa positif menciptakan suasana kelas yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Siswa tidak merasa tertekan, tetapi justru termotivasi untuk belajar. Dalam jangka panjang, ini akan membentuk karakter siswa yang percaya diri dan berani mencoba.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembangun suasana hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4