Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kopdar Dadakan Alumni S3 UNJ yang Penuh Makna

26 April 2026   19:58 Diperbarui: 26 April 2026   21:51 230 12 7

Dimana yang tua berbagi pengalaman, yang muda membawa semangat dan teknologi. Inilah harmoni yang jarang disadari, tetapi sangat penting dalam kehidupan. Alda dan Yuda keponakan Omjay ikut menemani pertemuan kami. Sambil makan malam seadanya di rumah Omjay.

Kopdar ini bukan sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, ada nilai pembelajaran yang tersirat. Obrolan yang mengalir ringan ternyata sarat makna. Mulai dari cerita kehidupan, pengalaman mengajar, hingga diskusi tentang dunia literasi dan menulis yang selama ini menjadi passion Omjay. 

Kami sempat bertukar pengalaman bagaimana menulis menggunakan alat bantu chatgpt. Aplikasi kecerdasan buatan ini mampu membuat gambar dan video menjadi sebuah artikel yang enaik dibaca. Seenak semangkok bakso yang kami santap malam itu di tukang bakso Mas Yono.

Semangkok bakdo mas yono/dokpri
Semangkok bakdo mas yono/dokpri

Dalam kesempatan tersebut, Omjay kembali menegaskan pentingnya menulis sebagai sarana berbagi ilmu dan pengalaman. 

Menulis bukan hanya untuk dikenal, tetapi untuk memberi manfaat. Filosofi "menulislah dengan hati" terasa hidup dalam setiap cerita yang ia sampaikan. Apalagi dituliskan sambil makan semangkok bakso.

Tukang bakdo mas yono/dokpri
Tukang bakdo mas yono/dokpri

Pak Paidi pun menyambut dengan antusias, memberikan perspektifnya tentang kehidupan dan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama. Tak terasa semangkok bakso mas Yono membuat lidahnya bergoyang kepedesan.

Hal yang menarik, tidak ada kesan menggurui dalam pertemuan ini. Semua berlangsung cair. Tawa sesekali pecah, mencairkan suasana. Inilah kekuatan silaturahmi: mampu menghapus sekat, menyatukan perbedaan, dan memperkuat rasa persaudaraan. Jarak Kota Bengkulu dan Bekasi yang awalnya jauh menjadi terasa dekat.

Momen kebersamaan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dunia, kita sering lupa untuk berhenti sejenak dan menyapa. Padahal, kebahagiaan sederhana seringkali hadir dari hal-hal kecil seperti ini. Kami duduk bersama, berbincang ringan, dan saling mendengarkan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.10 wib. Kami sempat pergi keluar menikmati bakso mas Yono yang lezat di jatibening Bekasi.

Rumah kami yang menjadi tempat kopdar ini pun terasa hidup. Bukan karena kemewahan interiornya, tetapi karena energi kebersamaan yang terpancar dari orang-orang di dalamnya. Tangga di latar belakang, ruang keluarga yang terbuka, hingga sudut-sudut sederhana lainnya menjadi saksi bisu hangatnya pertemuan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3