Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Guru di era sekarang dituntut lebih dari sekadar menyampaikan materi. Mereka harus mampu membangun karakter, menanamkan nilai, serta membekali siswa dengan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Tidak mudah, tetapi itulah tantangan yang harus dihadapi.
Sayangnya, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan, baik dari sisi fasilitas, kesejahteraan, maupun dukungan kebijakan. Oleh karena itu, peringatan Hardiknas seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperjuangkan perubahan nyata.
Partisipasi Semesta: Dari Wacana ke Aksi
Partisipasi semesta berarti semua pihak mengambil peran sesuai kapasitasnya. Orang tua tidak lagi menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Mereka harus hadir sebagai mitra guru di rumah. Masyarakat juga perlu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebijakan pendidikan berpihak pada kualitas dan pemerataan. Sementara itu, dunia usaha dapat berkontribusi melalui program CSR, beasiswa, maupun kemitraan dengan sekolah.
Di sisi lain, teknologi juga dapat menjadi jembatan partisipasi. Platform digital memungkinkan kolaborasi lintas wilayah, memperluas akses belajar, dan membuka peluang inovasi pembelajaran. Namun, teknologi harus dimanfaatkan secara bijak agar tidak justru menciptakan kesenjangan baru.
Pendidikan Bermutu untuk Semua
Frasa "untuk semua" menegaskan bahwa pendidikan harus inklusif. Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena faktor ekonomi, geografis, atau sosial. Pendidikan di daerah terpencil harus mendapatkan perhatian yang sama dengan di kota besar.
PGRI Jawa Barat melalui pesan Hardiknas ini seolah ingin mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang. Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan negara wajib memenuhinya.
Namun, kualitas tidak hanya diukur dari nilai akademik. Pendidikan bermutu juga mencakup pembentukan karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Anak-anak Indonesia harus tumbuh menjadi manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Refleksi dan Harapan