Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
https://youtube.com/shorts/0ayBdO5Ktb4?si=EZaDq70ov1pjnGe
Judul kisah omjay kali ini tentang Ketika Separuh Tubuh Melemah, Separuh Hati Harus Menguat. Sebuah kisah nyata anak manusia. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.
Nama itu tetap sama: Wijaya Kusumah. Seorang guru. Seorang penulis. Seorang pejuang literasi. Namun pada suatu hari di bulan Maret 2026, hidupnya berubah dalam hitungan menit.

Awalnya hanya terasa biasa. Tubuh sedikit lelah, mungkin karena aktivitas yang padat. Tapi kemudian, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Tangan kanan terasa lemah. Kaki seolah kehilangan tenaga. Kata-kata yang ingin diucapkan keluar tidak sempurna. Pelo. Tertahan. Waktu seakan berhenti.
Itulah momen ketika tubuh Omjay memberi tanda bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi. Ada sebuah serangan yang dikenal sebagai Stroke iskemik.
Di ruang perawatan, semua terasa berbeda. Bukan lagi soal tulisan yang harus diselesaikan. Bukan lagi tentang deadline artikel atau kelas yang harus diajar. Kini, perjuangannya adalah menggerakkan jari. Mengangkat tangan. Mengucapkan kata dengan jelas.
Hal-hal sederhana yang selama ini dianggap remeh, tiba-tiba menjadi perjuangan besar. Namun, hidup tidak pernah benar-benar berhenti. Dalam kondisi lemah, harapan itu tetap ada.
Dokter menyatakan kondisi Omjay semakin stabil saat keluar dari rumah sakit Immanuel Bandung. Kesadaran penuh. Tanda vital membaik. Sebuah kabar yang menjadi cahaya di tengah kekhawatiran.
Tetapi, perjalanan belum selesai. Karena stroke bukan sekadar penyakit yang datang dan pergi. Stroke meninggalkan jejak. Stroke menguji kesabaran. Stroke juga menuntut keteguhan.
Ada satu hal yang mungkin tidak banyak orang tahu: Stroke bukan hanya menyerang tubuh, tetapi juga menyerang mental. Mereka yang pernah terserang stroke pasti akan merasakannya.