Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dahsyatnya Sakaratul Maut

7 Mei 2026   11:09 Diperbarui: 7 Mei 2026   17:46 340 11 2


Dahsyatnya Sakaratul Maut: Sebuah Pengingat untuk Manusia yang Sering Lalai

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, manusia sering lupa bahwa hidup di dunia hanyalah persinggahan sementara. Kita sibuk mengejar jabatan, harta, popularitas, dan pujian manusia, tetapi sering melupakan satu kenyataan yang pasti datang: kematian.

buku dahsyatnya sakaratul maut/dokpri
buku dahsyatnya sakaratul maut/dokpri

Sebuah buku berjudul Dahsyatnya Sakaratul Maut karya Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni menjadi pengingat keras sekaligus lembut bagi hati yang mulai lalai. Buku ini bukan sekadar bacaan biasa, tetapi tamparan spiritual yang membuat kita merenung tentang akhir perjalanan hidup manusia.

buku dahsyatnya sakaratul maut/dokpri
buku dahsyatnya sakaratul maut/dokpri

Ketika saya Omjay memegang buku ini, pikiran saya langsung melayang kepada kenyataan hidup yang sering kita abaikan. Saat ini kita sehat, tertawa, bercanda, bekerja, dan menikmati dunia. Namun suatu hari nanti kita akan terbaring lemah tanpa daya. Nafas yang selama ini terasa ringan akan berubah berat. Mata yang selama ini melihat dunia perlahan tertutup. Dan pada saat itulah manusia memasuki fase paling menegangkan dalam hidupnya: sakaratul maut.

Dalam bagian belakang buku tertulis kalimat yang sangat menggugah:

"Saat ini kita hidup. Tapi suatu ketika nanti kita mati. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan dan di mana kita mati."

Kalimat sederhana itu terasa sangat dalam. Tidak ada manusia yang tahu kapan ajal datang. Tidak ada yang bisa menolak kematian. Orang kaya tidak bisa menyogok malaikat maut. Orang berpangkat tidak bisa meminta tambahan waktu. Bahkan dokter terbaik di dunia pun tidak mampu menghalangi datangnya ajal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4