Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Omjay Sudah Doktor Kok Masih Ngawas Ujian Asesmen?

8 Mei 2026   05:14 Diperbarui: 8 Mei 2026   06:55 333 9 6

Banyak orang menganggap tugas pengawas ujian hanyalah pekerjaan ringan: duduk, diam, lalu melihat siswa mengerjakan soal. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Pengawas ujian memegang amanah besar menjaga kejujuran dan integritas pendidikan. Dari ruang ujian yang tampak sunyi itu, sesungguhnya sedang dibangun karakter anak bangsa.

Ketika saya memasuki ruang asesmen, saya melihat wajah-wajah siswa yang penuh harapan. Ada yang tegang, ada yang gelisah, ada yang berusaha mengingat materi pelajaran semalam suntuk. Di sanalah saya sadar bahwa kehadiran guru bukan hanya mengawasi, tetapi juga memberi rasa tenang.

Kadang saya menyapa mereka dengan senyum.

"Tenang ya, kerjakan semampunya."

Kalimat sederhana itu ternyata mampu membuat suasana lebih nyaman.

Sebagai guru, saya merasa tugas sekecil apa pun tetap mulia jika dilakukan dengan hati. Mengawasi ujian bukan pekerjaan rendahan. Justru di situlah guru diuji: apakah masih mau melayani atau mulai sibuk menjaga gengsi?

Gelar Doktor Bukan Mahkota Kesombongan

Ada fenomena menarik di masyarakat kita. Semakin tinggi gelar seseorang, kadang semakin jauh pula ia dari pekerjaan dasar.

Ada yang merasa tidak pantas lagi melakukan tugas kecil. Ada yang mulai memilih pekerjaan berdasarkan prestise. Bahkan ada yang alergi turun langsung ke lapangan.

Padahal ilmu seharusnya membuat manusia semakin bijaksana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6