Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Penyesalan Tak Berujung

9 Mei 2026   06:18 Diperbarui: 9 Mei 2026   08:46 142 7 7

Dunia Omjay runtuh seketika. Tangannya gemetar. Dadanya sesak. Saya bahkan tidak sempat mendengar suara terakhir ibunya.

Sejak saat itu, hidup Omjay berubah. Di depan banyak orang, saya terlihat kuat. Saya tetap tersenyum, tetap memotivasi guru-guru Indonesia, tetap menulis setiap hari. Tetapi jauh di dalam hati saya, ada luka yang tak pernah sembuh. Apa itu? Penyesalan.

Keluarga Achmad Abdullah dengan 6 orang anak/dokpri
Keluarga Achmad Abdullah dengan 6 orang anak/dokpri

Penyesalan karena terlalu sibuk mengejar dunia sampai lupa bahwa waktu bersama orang tua ternyata sangat singkat.

Omjay sering merenung sendirian di malam hari. Saya membayangkan, andai waktu bisa diputar kembali, saya ingin pulang lebih cepat. Saya ingin memeluk ibu lebih lama. Saya ingin mendengar semua cerita sederhana yang dulu sering dianggapnya sepele.

Tetapi hidup tidak pernah memberi tombol "undo".  Hal yang tersisa hanyalah kenangan... dan air mata. Sedih rasanya kalau mengingatnya.

Suatu hari, Omjay diundang menjadi pembicara di sebuah sekolah kecil di pelosok daerah. Setelah acara selesai, seorang siswa menghampirinya.

"Pak Omjay, saya suka tulisan Bapak," katanya pelan.

Omjay tersenyum. Namun anak itu melanjutkan kalimatnya.

"Saya jadi lebih sayang sama ibu saya setelah baca tulisan Bapak."

Kalimat sederhana itu tiba-tiba menghantam hati Omjay sangat keras. Saya langsung terdiam. Matanya panas. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Omjay menangis di depan orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5