Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Penyesalan Tak Berujung

9 Mei 2026   06:18 Diperbarui: 9 Mei 2026   08:46 134 7 7

Foto kenangan saat Omjay menikah di Bandung tahun 1998/dokpri
Foto kenangan saat Omjay menikah di Bandung tahun 1998/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Penyesalan Tak Berujung. Sebuah penyesalan yang tak akan terlupakan seumur hidup. Artikel ini dituliskan untuk memenuhi topik pilihan kompasiana. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Malam itu hujan turun sangat deras di kota Bekasi. Petir menyambar bersahut-sahutan, sementara Omjay duduk sendiri di depan layar laptopnya yang mulai redup dimakan usia. Jemarinya berhenti di atas keyboard. Tidak ada satu kata pun yang mampu Omjay tuliskan malam itu.

Padahal biasanya, Omjay selalu punya cerita.

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi," begitu motto hidupnya selama bertahun-tahun. Sejak menulis di Kompasiana, Omjay percaya bahwa tulisan bisa menyelamatkan hidup seseorang. (KOMPASIANA)

Namun malam itu berbeda. Ada sesal yang tiba-tiba datang mengetuk pintu hati. Sesal yang selama ini ia kubur rapat-rapat di balik tumpukan aktivitas, seminar, pelatihan guru, dan ribuan artikel yang ia tulis setiap hari.

Omjay memandangi sebuah foto lama di layar ponselnya. Foto seorang ibu tua dengan senyum sederhana. Ibunya Omjay. Sudah 28 tahun sang ibu meninggal dunia. Namun sampai hari ini, Omjay masih belum mampu memaafkan dirinya sendiri. Omjay teringat sebuah momen yang terus menghantuinya.

Kala itu Omjay sedang sibuk menjadi narasumber pelatihan nasional. Jadwalnya padat sekali. Pagi mengajar, siang seminar, malam menulis artikel. Telepon dari ibunya masuk berkali-kali, tetapi saya abaikan.

"Nanti saja saya telepon balik kalau sudah senggang," pikirnya waktu itu.

Namun ternyata, kesempatan itu tidak pernah datang lagi. Malam harinya, adiknya Nunung menelepon sambil menangis.

"Bang Wijaya... Ibu sudah tidak ada."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5