Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tanaya Faza Atisa dan Segelas Air Mineral yang Mendunia

16 Mei 2026   10:47 Diperbarui: 16 Mei 2026   14:42 132 9 2

https://youtu.be/9F-DwIRrTkU?si=D74Ht1sGylbCpvI8

Kisah Omjay kali ini tentang cucu pertama kakek Jay Tanaya Faza Atisa dan Segelas Air Mineral yang Menenangkan Dunia. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Atisa cucu kakek jay/dokpri
Atisa cucu kakek jay/dokpri

Di sebuah sudut ruangan dengan kursi coklat dan dinding berwarna merah menyala, duduklah seorang balita mungil bernama Tanaya Faza Atisa. Biasa dipanggil Tata.

Rambut hitamnya sedikit acak-acakan tertiup angin kecil, matanya bulat bening seperti embun pagi, sementara tangannya memegang gelas air mineral dengan sedotan kecil yang terus ia hisap pelan-pelan. 

Wajahnya terlihat serius, seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting bagi masa depan dunia. Padahal, Atisa atau tata hanya sedang menikmati air minumnya di sebuah warung makan Sunda.

Namun justru di situlah letak keindahan seorang anak kecil. Hal-hal sederhana yang mereka lakukan sering kali mampu membuat orang dewasa tersenyum sendiri. Tingkah polos mereka menjadi hiburan alami di tengah dunia yang semakin sibuk dan melelahkan.

Melihat foto Tata atau Atisa, siapa pun pasti gemas. Tatapannya seperti sedang berkata:

"Jangan ganggu dulu ya... aku lagi fokus."

Dan benar saja, banyak orang dewasa kalah fokus dibanding anak kecil yang sedang minum pakai sedotan.

Di zaman sekarang, orang dewasa sering memegang ponsel sambil makan, sambil bekerja, sambil berpikir soal cicilan, sambil memikirkan komentar netizen. Sedangkan Atisa? Dia hanya fokus menikmati air minumnya dengan damai. Sebuah pelajaran sederhana yang kadang terlupakan: menikmati momen kecil dalam hidup.

Anak Kecil, Guru Kehidupan

Sering kali kita menganggap anak kecil belum mengerti apa-apa. Padahal justru mereka mengajarkan banyak hal yang sudah hilang dari kehidupan orang dewasa. Anak kecil mudah tertawa, mudah memaafkan, mudah bahagia, dan tidak gengsi menunjukkan perasaan.

Tanaya Faza Atisa mungkin belum tahu arti stres, target kerja, atau drama media sosial. Tetapi wajah polosnya mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu mahal.

Kadang kebahagiaan itu sesederhana:
- Minum air dingin saat haus.
- Digendong orang tersayang.
- Mendengar suara ibu.
- Bermain tanpa beban.
- Tertidur tanpa memikirkan tagihan.

Orang dewasa sering lupa cara menikmati hidup karena terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu membawa ketenangan.

Sementara Atisa mengajarkan bahwa hidup juga perlu dinikmati perlahan, seperti dia menikmati air mineral di tangannya.

Tatapan yang Penuh Cerita

Kalau diperhatikan lebih lama, tatapan Atisa atau Tata sangat lucu. Ada kesan penasaran, ada sedikit malu-malu, tetapi juga seperti sedang mengamati dunia di sekelilingnya.

Mungkin dalam pikirannya dia sedang bertanya:

"Kenapa sih orang dewasa suka ribut sendiri?"

Atau mungkin:

"Kenapa semua orang bilang aku lucu?"

Anak kecil memang memiliki kekuatan istimewa. Kehadiran mereka mampu mencairkan suasana. Rumah yang tadinya sunyi mendadak ramai. Orang tua yang lelah bekerja bisa kembali tersenyum hanya karena melihat tingkah anak kecil.

Kadang mereka membuat rumah berantakan, mainan berserakan di mana-mana, remote TV hilang entah ke mana, bahkan ponsel bisa masuk ember. Tetapi anehnya, justru hal-hal itulah yang nanti dirindukan ketika mereka tumbuh besar.

Si Kecil yang Menjadi Pusat Perhatian

Atisa tampaknya juga punya bakat menjadi pusat perhatian. Dengan wajah imut dan gaya minumnya yang santai, dia terlihat seperti model iklan air mineral versi balita.

Kalau dibuat narasi iklan mungkin bunyinya begini:

"Segarnya air mineral pilihan Atisa. Diminum pelan, dinikmati sepenuh hati."

Atau:

"Minuman favorit bayi gemas seluruh Indonesia!"

Semua orang mungkin akan tertawa mendengarnya. Namun memang begitulah anak kecil. Hal sederhana bisa menjadi hiburan yang menghangatkan hati.

Di tengah berita yang sering membuat cemas, melihat foto anak kecil seperti Atisa terasa menenangkan. Ada energi kepolosan yang membuat hati menjadi lebih ringan.

Masa Kecil yang Tak Akan Terulang

Masa kecil adalah masa paling indah. Tidak ada kepalsuan, tidak ada pencitraan, dan tidak ada beban kehidupan yang rumit. Anak kecil menangis saat sedih dan tertawa saat bahagia. Sangat jujur.

Karena itu, setiap momen masa kecil layak disimpan sebagai kenangan berharga. Kakek Jay mendokumentasikan fotonya di Kompasiana tercinta.

Hari ini Atisa masih minum pakai sedotan kecil sambil duduk manis. Beberapa tahun lagi mungkin dia sudah berlari ke sekolah, belajar membaca, bercita-cita tinggi, lalu tumbuh dewasa mengejar impiannya.

Waktu berjalan begitu cepat.

Itulah sebabnya banyak orang tua senang mengabadikan foto anak-anak mereka. Bukan sekadar untuk koleksi, tetapi untuk menyimpan cerita tentang masa kecil yang tidak akan pernah kembali.

Kelak ketika Atisa sudah besar, mungkin ia akan tertawa melihat foto ini.

"Ya ampun... dulu aku lucu banget ya!"

Dan keluarganya akan menjawab:

"Bukan dulu saja. Sampai sekarang juga masih lucu."

Belajar Bahagia dari Anak Kecil

Tanaya Faza Atisa atau Tata mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sering hadir dalam bentuk paling sederhana. Tidak harus mahal, tidak harus mewah, dan tidak perlu dibuat rumit.

Kadang dunia terasa terlalu bising. Terlalu banyak berita buruk, terlalu banyak persaingan, terlalu banyak orang yang ingin terlihat sempurna.

Namun seorang anak kecil dengan segelas air mineral mampu mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dan menikmati hidup apa adanya.

Mungkin itu sebabnya banyak orang senang berada dekat anak kecil. Energi mereka tulus. Tawa mereka jujur. Dan tingkah lucu mereka menjadi obat hati yang alami.

Semoga Tanaya Faza Atisa atau Tata tumbuh menjadi anak yang sehat, ceria, pintar, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Tetaplah menjadi anak kecil yang lucu, polos, dan mampu membuat dunia tersenyum hanya dengan duduk diam sambil menikmati air minum dari sedotan kecilmu.

Salam blogger persahabatan 

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia 

Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4