Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bisakah Berkarya dan Berprestasi di Kancah Nasional Lewat Tulisan?

18 Mei 2026   12:36 Diperbarui: 18 Mei 2026   12:36 166 6 1


Bisakah Berkarya dan Berprestasi di Kancah Nasional Lewat Tulisan? Inilah kisah Omjay di kompasiana tercinta. Materinya akan kita dapatkan dari ibu Rita Wati dari Bali nanti malam di KBMN PGRI.

Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus teknologi digital, kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh guru, siswa, maupun masyarakat umum. 

Menulis bukan hanya sekadar merangkai kata demi kata menjadi kalimat indah, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, inspirasi, bahkan menjadi jalan menuju prestasi tingkat nasional.

Hal inilah yang diangkat dalam kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Pertemuan ke-13 Gelombang ke-34 dengan tema "Berkarya dan Berprestasi di Kancah Nasional Lewat Menulis." 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ibu Rita Wati dan dimoderatori oleh bapak Edmu Yulfizar Abdan Syakura. Acara dilaksanakan secara daring melalui grup WhatsApp KBMN pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 19.00 WIB.

Tema yang diangkat terasa sangat dekat dengan kehidupan para guru dan pegiat literasi. Banyak orang masih berpikir bahwa menulis hanyalah kegiatan biasa yang tidak menghasilkan apa-apa. 

Padahal, jika dilakukan dengan serius dan konsisten, menulis mampu membuka pintu prestasi, memperluas jaringan pertemanan, bahkan mengantarkan seseorang dikenal hingga tingkat nasional.

Menulis pada dasarnya adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan. Sementara prestasi merupakan hasil yang dicapai atas usaha yang dilakukan seseorang. 

Ketika keduanya dipadukan, lahirlah karya-karya luar biasa yang mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Dalam dunia pendidikan, guru yang aktif menulis biasanya memiliki nilai tambah dibandingkan guru yang hanya mengajar di kelas tanpa mendokumentasikan pengalaman dan ilmunya. 

Tulisan dapat menjadi warisan ilmu yang terus hidup dan dibaca oleh generasi berikutnya. Banyak guru hebat di Indonesia yang dikenal luas karena tulisan-tulisan inspiratif mereka di media massa, blog, buku, maupun platform digital lainnya.

Kegiatan KBMN sendiri menjadi wadah luar biasa bagi para guru Indonesia untuk belajar menulis secara bertahap. Melalui komunitas ini, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menulis setiap hari. 

Semangat berbagi ilmu dan pengalaman menjadi kekuatan utama yang membuat KBMN terus berkembang dan melahirkan penulis-penulis baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran ibu Rita Wati dari Bali sebagai narasumber menjadi bukti nyata bahwa menulis dapat membawa seseorang menuju prestasi besar. Dengan ketekunan dan semangat belajar, seorang guru mampu menunjukkan karya terbaiknya hingga dikenal di tingkat nasional. Kisah seperti ini tentu menjadi motivasi besar bagi peserta KBMN agar tidak takut memulai menulis.

Sering kali seseorang merasa minder untuk menulis karena merasa tidak berbakat. Padahal kemampuan menulis bukanlah bakat semata, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui latihan terus-menerus. 

Semua penulis hebat pun memulai dari tulisan sederhana. Mereka belajar dari kesalahan, memperbaiki kualitas tulisan, lalu terus berkembang hingga menghasilkan karya yang luar biasa.

Menulis juga menjadi media refleksi diri. Banyak pengalaman hidup yang awalnya terasa biasa saja, ternyata dapat menjadi tulisan inspiratif ketika dituangkan dengan hati. Pengalaman mengajar, mendidik siswa, menghadapi tantangan sekolah, hingga kisah perjuangan hidup bisa menjadi sumber tulisan yang menarik dan menyentuh pembaca.

Selain itu, perkembangan teknologi digital membuat peluang menulis semakin terbuka lebar. Saat ini siapa saja dapat mempublikasikan tulisan melalui blog pribadi, media online, maupun media sosial. 

Bahkan banyak lomba menulis tingkat nasional yang memberikan penghargaan besar bagi para penulis terbaik. Tidak sedikit guru yang berhasil meraih juara lomba, menerbitkan buku, hingga menjadi narasumber nasional karena aktif menulis.

KBMN hadir bukan sekadar mengajarkan teknik menulis, tetapi juga membangun budaya literasi di kalangan guru Indonesia. Budaya literasi sangat penting karena guru adalah teladan bagi siswa. Ketika guru gemar membaca dan menulis, siswa pun akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Tema "Berkarya dan Berprestasi di Kancah Nasional Lewat Menulis" menjadi pengingat bahwa karya tulis memiliki kekuatan besar. Tulisan mampu menembus batas ruang dan waktu. Seseorang mungkin tidak dikenal secara langsung, tetapi tulisannya dapat dibaca ribuan bahkan jutaan orang di berbagai daerah.

Dalam kegiatan ini, peserta tentu akan mendapatkan banyak ilmu berharga, mulai dari cara menemukan ide tulisan, mengembangkan materi, menentukan gaya bahasa, hingga strategi agar tulisan menarik dibaca. 

Tidak hanya itu, pengalaman nyata dari narasumber akan menjadi inspirasi yang sangat berarti bagi peserta yang ingin serius menekuni dunia literasi.

Menulis juga melatih seseorang berpikir lebih sistematis dan kritis. Ketika menulis, seseorang belajar menyusun ide secara runtut, memilih kata yang tepat, serta menyampaikan pesan dengan jelas. Kemampuan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Banyak orang sukses lahir dari kebiasaan menulis. Mereka mendokumentasikan pemikiran, pengalaman, dan ide kreatif dalam bentuk tulisan. Dari tulisan itulah muncul peluang-peluang baru yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Karena itu, jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah tulisan. Satu tulisan sederhana dapat menginspirasi banyak orang. Satu artikel dapat mengubah cara pandang pembaca. Bahkan satu buku mampu mengubah kehidupan seseorang.

Melalui KBMN, para guru diajak untuk berani berkarya dan menunjukkan potensi terbaiknya. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menulis. Selama ada kemauan belajar dan semangat berlatih, setiap orang memiliki kesempatan untuk berprestasi lewat tulisan.

Mari jadikan menulis sebagai budaya positif dalam kehidupan sehari-hari. Tulislah pengalaman, gagasan, dan inspirasi yang dimiliki. Siapa tahu, tulisan yang dibuat hari ini akan menjadi jalan menuju prestasi besar di masa depan.

Seperti pantun yang disampaikan dalam poster kegiatan:

Ubur-ubur ikan lele,
Biar ga kepo masuk kelas malam ini lee.


Pantun sederhana itu mengajak semua orang untuk ikut bergabung dan belajar bersama di KBMN. Sebab, dari kelas menulis inilah lahir banyak penulis hebat Indonesia yang terus berkarya dan menginspirasi negeri.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Ibu Rita wati/dokpri
Ibu Rita wati/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3