Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Pertama adalah DTBL atau Design Thinking Based Learning. Pendekatan ini melatih siswa untuk memiliki empati terhadap lingkungan sekitar. Peserta didik diajak memahami persoalan nyata di masyarakat, kemudian mencari solusi secara kreatif dan kolaboratif. Dari sinilah lahir inovasi.
Kedua adalah PM atau Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar mengetahui apa fungsi suatu konsep, tetapi juga memahami mengapa dan bagaimana sebuah sistem bekerja. Pembelajaran mendalam akan melatih kemampuan berpikir kritis yang menjadi pondasi utama lahirnya para inovator masa depan.
Ketiga adalah KKA atau Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Menurut beliau, coding dan AI kini telah menjadi bahasa baru dunia modern. Anak-anak Bengkulu harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta teknologi.
Bayangan tentang siswa SMA dan SMK di Bengkulu yang mampu menciptakan aplikasi AI untuk membantu pertanian, kelautan, atau efisiensi energi menjadi gambaran masa depan yang sangat mungkin diwujudkan. Di sinilah pendidikan menemukan makna sejatinya: melahirkan solusi bagi kehidupan masyarakat.
Pesan mendalam beliau kepada kepala sekolah dan guru juga sangat menyentuh. Kepala sekolah diminta memberikan ruang inovasi seluas-luasnya bagi guru dan siswa. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya ide-ide kreatif, bahkan tempat yang tidak takut terhadap kegagalan karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Sementara itu, para guru diminta terus meng-upgrade diri. Guru harus mau belajar coding, AI, dan metode pembelajaran modern. Sebab, ketika gurunya kreatif, maka muridnya akan inovatif.
Puncak acara pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Sentuhan hati seorang guru tetap menjadi kekuatan utama pendidikan.
Pesan itu begitu dalam. Di tengah dunia yang semakin digital, peran guru tetap tidak tergantikan. AI mungkin mampu menjawab pertanyaan, tetapi hanya guru yang mampu menanamkan kasih sayang, nilai moral, dan keteladanan hidup kepada peserta didik.
Acara inti webinar menghadirkan narasumber utama, Dr. Rahmad Ramelan Setia Budi, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar hafalan materi, tetapi proses membangun pemahaman, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Beliau juga menjelaskan tahapan Design Thinking mulai dari memahami kebutuhan pengguna, merumuskan masalah, mencari ide, membuat prototipe, hingga evaluasi solusi. Ketika tahapan itu dipadukan dengan coding dan AI, maka peserta didik akan terbiasa berpikir inovatif dan berbasis solusi.
Diskusi berlangsung sangat hidup. Para guru antusias bertanya tentang implementasi AI di sekolah, tantangan penggunaan teknologi, hingga strategi pembelajaran coding yang mudah diterapkan di kelas. Moderator webinar, Fenty Hanifa Carolina, M.Pd., berhasil memandu acara dengan hangat dan dinamis.