Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang liputn kegiatan webinar nasional PGRI Bengkulu. Temanya tentang Transformasi Pendidikan Bengkulu Menuju Generasi Inovator Berbasis Solusi. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026 di Provinsi Bengkulu terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum kebangkitan semangat baru dalam dunia pendidikan.
Semangat itu tampak jelas dalam Webinar APKS PGRI Provinsi Bengkulu yang mengangkat tema "Implementasi DTBL (Design Thinking Based Learning) Berbasis PM (Pembelajaran Mendalam) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk Menanamkan Jiwa Inovator yang Berbasis Solusi."
Topic: Webinar Seru Hardiknas dan Harkitnas : Implementasi DTBL berbasis PM dan KA untuk menanamkan jiwa innovator yang berbasis solusi.
Time: May 25, 2026 09:00 WIB - Selesai Bengkulu
Join Zoom Meeting
https://telkomsel.zoom.us/j/94040100508...
Meeting ID: 940 4010 0508
Passcode: 12345
Webinar yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Senin, 25 Mei 2026 yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh kepala sekolah, pengawas, guru SMA dan SMK, serta pengurus PGRI dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Sejak pagi hari, ruang virtual dipenuhi wajah-wajah pendidik yang datang dengan semangat belajar dan keinginan kuat untuk terus berkembang. Omjay menyimak liputannya sambil mengawasi ujian sumateif akhir semester di SMP Labschool Jakarta.
Di tengah derasnya perubahan zaman, webinar ini seakan menjadi alarm sekaligus harapan bahwa pendidikan Indonesia tidak boleh tertinggal. Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang tanpa menunggu kesiapan manusia. Artificial Intelligence (AI), coding, dan transformasi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah dan guru harus ikut bergerak maju.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI. Suasana terasa khidmat sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme. Dari ruang virtual sederhana itu, para guru kembali diingatkan bahwa mereka memegang peran besar dalam menentukan masa depan bangsa.
Ketua APKS PGRI Provinsi Bengkulu, Dr. Asep Suparman, S.Pi., M.Pd., dalam laporannya menegaskan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya menjadi penyampai materi pelajaran. Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mampu melahirkan peserta didik yang berpikir kritis serta solutif.
Menurut beliau, pendekatan DTBL berbasis Pembelajaran Mendalam dan Koding serta Kecerdasan Artifisial sangat relevan diterapkan di era digital. Peserta didik perlu dibiasakan memahami persoalan nyata, kemudian mencari solusi melalui kreativitas, kolaborasi, dan inovasi teknologi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Dr. H. Haryadi, S.Pd., MM., M.Si. Beliau mengingatkan bahwa transformasi pendidikan adalah keniscayaan. Guru tidak boleh takut pada perkembangan teknologi. Artificial Intelligence bukan ancaman bagi guru, melainkan alat bantu yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran jika digunakan secara bijak.
Pesan beliau sangat sederhana, tetapi penuh makna: guru harus terus belajar. Ketika guru berhenti belajar, sesungguhnya saat itu pula pendidikan kehilangan arah. Sebaliknya, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi pembelajar yang kreatif dan berkarakter.
Momentum webinar semakin bermakna ketika Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Si., menyampaikan sambutan yang begitu inspiratif dan visioner. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan saat ini tidak lagi berbicara tentang masa depan yang akan datang, melainkan masa depan yang sudah hadir di depan mata.
Percepatan teknologi digital telah mengubah dunia kerja, pola komunikasi, bahkan cara manusia berpikir. Karena itu, sekolah tidak boleh lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu secara tekstual. Sekolah harus berubah menjadi laboratorium inovasi yang mampu melahirkan generasi emas Indonesia yang kreatif, kritis, dan mampu menyelesaikan masalah kehidupan nyata.
Beliau menjelaskan tiga instrumen penting dalam membangun generasi inovator masa depan.
Pertama adalah DTBL atau Design Thinking Based Learning. Pendekatan ini melatih siswa untuk memiliki empati terhadap lingkungan sekitar. Peserta didik diajak memahami persoalan nyata di masyarakat, kemudian mencari solusi secara kreatif dan kolaboratif. Dari sinilah lahir inovasi.
Kedua adalah PM atau Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Dalam pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar mengetahui apa fungsi suatu konsep, tetapi juga memahami mengapa dan bagaimana sebuah sistem bekerja. Pembelajaran mendalam akan melatih kemampuan berpikir kritis yang menjadi pondasi utama lahirnya para inovator masa depan.
Ketiga adalah KKA atau Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Menurut beliau, coding dan AI kini telah menjadi bahasa baru dunia modern. Anak-anak Bengkulu harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta teknologi.
Bayangan tentang siswa SMA dan SMK di Bengkulu yang mampu menciptakan aplikasi AI untuk membantu pertanian, kelautan, atau efisiensi energi menjadi gambaran masa depan yang sangat mungkin diwujudkan. Di sinilah pendidikan menemukan makna sejatinya: melahirkan solusi bagi kehidupan masyarakat.
Pesan mendalam beliau kepada kepala sekolah dan guru juga sangat menyentuh. Kepala sekolah diminta memberikan ruang inovasi seluas-luasnya bagi guru dan siswa. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya ide-ide kreatif, bahkan tempat yang tidak takut terhadap kegagalan karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Sementara itu, para guru diminta terus meng-upgrade diri. Guru harus mau belajar coding, AI, dan metode pembelajaran modern. Sebab, ketika gurunya kreatif, maka muridnya akan inovatif.
Puncak acara pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Sentuhan hati seorang guru tetap menjadi kekuatan utama pendidikan.
Pesan itu begitu dalam. Di tengah dunia yang semakin digital, peran guru tetap tidak tergantikan. AI mungkin mampu menjawab pertanyaan, tetapi hanya guru yang mampu menanamkan kasih sayang, nilai moral, dan keteladanan hidup kepada peserta didik.
Acara inti webinar menghadirkan narasumber utama, Dr. Rahmad Ramelan Setia Budi, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar hafalan materi, tetapi proses membangun pemahaman, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Beliau juga menjelaskan tahapan Design Thinking mulai dari memahami kebutuhan pengguna, merumuskan masalah, mencari ide, membuat prototipe, hingga evaluasi solusi. Ketika tahapan itu dipadukan dengan coding dan AI, maka peserta didik akan terbiasa berpikir inovatif dan berbasis solusi.
Diskusi berlangsung sangat hidup. Para guru antusias bertanya tentang implementasi AI di sekolah, tantangan penggunaan teknologi, hingga strategi pembelajaran coding yang mudah diterapkan di kelas. Moderator webinar, Fenty Hanifa Carolina, M.Pd., berhasil memandu acara dengan hangat dan dinamis.
Webinar ini menjadi bukti bahwa pendidikan Indonesia terus bergerak maju. Guru-guru kini semakin terbuka terhadap perubahan dan inovasi pembelajaran. Mereka sadar bahwa masa depan tidak bisa dihadapi dengan cara-cara lama.
Namun, satu hal yang paling penting dari seluruh kegiatan ini adalah lahirnya harapan. Harapan bahwa dari Bengkulu akan tumbuh generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan solusi bagi persoalan bangsa.
Pendidikan sejatinya memang jalan kebangkitan bangsa. Ketika guru terus belajar, sekolah terus berinovasi, dan pemerintah terus mendukung transformasi pendidikan, maka masa depan Indonesia akan semakin cerah.
Dari ruang webinar sederhana itu, semangat besar sedang dibangun. Semangat untuk melahirkan generasi inovator berbasis solusi. Generasi yang bukan hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan bagi masyarakat, daerah, dan bangsanya. Dan semua itu dimulai dari seorang guru yang tidak pernah berhenti belajar.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay - Kakek Jay
Guru blogger indonesia
