Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Delapan Tahun Perjuangan Meraih Gelar Doktor UNJ

29 Mei 2026   07:32 Diperbarui: 29 Mei 2026   08:40 292 9 6

Foto wisuda Omjay/dokpri
Foto wisuda Omjay/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Delapan Tahun Perjuangan Meraih Gelar Doktor UNJ. Sebuah kisah nyata yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd atau Omjay, Guru Blogger Indonesia.

https://youtube.com/shorts/jBL-BswJLfw?si=Vubx-_MK5sq693ZF

Pagi ini Omjay melihat foto saat wisuda S3. Tanggal 9 November 2022 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan Omjay. Di Sentul International Convention Center (SICC), Omjay berdiri mengenakan toga doktor Universitas Negeri Jakarta dengan hati bergetar penuh syukur. 

Perjalanan panjang selama delapan tahun akhirnya sampai pada satu titik yang membahagiakan.

Delapan tahun...Bukan waktu yang singkat.

Omjay memulai perjalanan kuliah S3 pada tahun 2014. Saat itu Omjay hanyalah seorang guru yang memiliki mimpi sederhana: ingin terus belajar agar bisa memberi manfaat lebih besar bagi dunia pendidikan Indonesia.

Namun Omjay sadar, jalan menuju doktor tidak mudah. Omjay sempat sakit dan terkena wabah Covid 19.

Ada banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Waktu bersama keluarga berkurang. Tenaga dan pikiran terkuras. Bahkan tabungan sering kali habis demi biaya pendidikan, penelitian, perjalanan seminar, dan membeli buku-buku referensi.

Tetapi Omjay percaya satu hal: "Ilmu adalah investasi terbaik dalam hidup."

Pada awal kuliah doktoral, Omjay harus membagi waktu dengan sangat ketat. Pagi mengajar di sekolah. Siang hingga malam mengikuti kuliah. Setelah itu masih harus membaca jurnal dan menulis tugas akademik hingga dini hari.

Kadang tubuh terasa lelah. Kadang hati merasa jenuh. Namun Omjay selalu mengingat wajah keluarga tercinta yang menjadi sumber kekuatan terbesar.

Istri Omjay adalah sosok yang luar biasa. Dalam diam, beliau selalu mendukung perjuangan Omjay. Saat Omjay sibuk kuliah dan menulis disertasi, sang istri tetap setia menemani dengan doa dan kesabaran.

"Lanjutkan perjuangan Abang. Insya Allah ada jalan," begitu kalimat sederhana yang selalu menguatkan hati Omjay.

Tahun demi tahun berlalu. Perjalanan S3 ternyata tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membuka jalan pengalaman internasional yang sangat berharga.

Pada tahun 2016, Omjay mendapat kesempatan belajar di Jepang.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di negeri Sakura, Omjay begitu kagum melihat budaya disiplin masyarakat Jepang. Kereta datang tepat waktu. Orang-orang bekerja dengan penuh tanggung jawab. Lingkungan bersih dan tertata rapi.

Omjay belajar bahwa kemajuan sebuah bangsa bukan hanya karena teknologi, tetapi karena karakter manusianya.

Di Jepang, Omjay juga melihat bagaimana pendidikan sangat dihargai. Guru mendapat penghormatan tinggi. Anak-anak dilatih mandiri sejak kecil. Semua pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang terus melekat dalam hati Omjay.

Di sela kegiatan belajar di Jepang, Omjay sering merenung.

"Indonesia juga bisa maju kalau pendidikan dan karakter bangsanya dibangun dengan sungguh-sungguh."

Sepulang dari Jepang, semangat belajar Omjay semakin besar. Omjay semakin aktif menulis di blog, mengikuti seminar, webinar, dan berbagi ilmu kepada guru-guru di Indonesia.

Namun perjalanan doktor belum selesai.

Masih ada revisi demi revisi.

Masih ada penelitian yang harus disempurnakan.

Masih ada perjuangan panjang yang menunggu.

Lalu pada tahun 2019, Omjay kembali mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di China.

Pengalaman di China memberikan pelajaran berbeda. Omjay melihat bagaimana teknologi berkembang sangat cepat di sana. Dunia digital menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan berbasis teknologi tumbuh luar biasa pesat.

Omjay semakin yakin bahwa guru Indonesia harus siap menghadapi perubahan zaman.

Guru tidak boleh berhenti belajar.

Guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial agar tidak tertinggal.

Di China, Omjay semakin memahami pentingnya literasi digital dalam pendidikan modern. Pengalaman itu kemudian banyak dibagikan kepada para guru Indonesia melalui tulisan dan pelatihan.

Perjalanan belajar di Jepang dan China menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan akademik Omjay. Dunia luar membuka wawasan bahwa pendidikan adalah jembatan kemajuan bangsa.

Namun setelah kembali ke Indonesia, perjuangan disertasi kembali menanti.

Ada masa ketika Omjay hampir menyerah. Ada rasa lelah yang sulit dijelaskan. Ada malam-malam panjang penuh revisi.

Kadang Omjay menatap layar laptop sambil bertanya dalam hati: "Apakah saya mampu menyelesaikan semua ini?"

Tetapi setiap kali rasa putus asa datang, Omjay kembali menulis.

Menulis menjadi terapi jiwa. Menulis menjadi penguat hati. Omjay percaya bahwa tulisan adalah jejak kehidupan.

Karena itu Omjay terus aktif di blog pendidikan miliknya. Dari blog itulah banyak guru saling belajar dan berbagi inspirasi.

Omjay selalu mengatakan:

"Menulislah dengan hati, karena tulisan yang lahir dari hati akan sampai ke hati."

Hingga akhirnya hari yang ditunggu itu datang. Tanggal 9 November 2022.

Di SICC Sentul, Omjay resmi diwisuda sebagai Doktor Universitas Negeri Jakarta.

Saat nama Omjay dipanggil ke atas panggung, air mata hampir jatuh. Delapan tahun perjuangan seperti diputar kembali di dalam kepala.

Tahun 2014 memulai kuliah doktor.

Tahun 2016 belajar di Jepang.

Tahun 2019 belajar di China.

Dan tahun 2022 akhirnya menyelesaikan semuanya.

Perjalanan panjang itu mengajarkan Omjay bahwa kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu bertahan.

Banyak orang ingin hasil instan. Padahal keberhasilan sejati membutuhkan proses panjang, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus.

Foto wisuda yang kini terpajang di rumah bukan sekadar gambar biasa. Foto itu adalah simbol perjuangan hidup. Simbol ketekunan. Simbol cinta keluarga. Simbol doa orang tua. Simbol pengorbanan seorang guru yang tidak pernah berhenti belajar.

Omjay ingin memberi pesan kepada guru-guru Indonesia:

"Jangan pernah takut bermimpi besar. Jangan pernah malu untuk terus belajar. Usia bukan penghalang untuk menuntut ilmu."

Karena sesungguhnya, belajar adalah perjalanan seumur hidup.

Dan Omjay membuktikan sendiri bahwa mimpi yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya menjadi kenyataan.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2