Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini berdasarkan pengalaman 34 tahun menjadi guru di SMP Labschool Jakarta.
Ada ribuan artikel di blog dan tulisan Omjay di Kompasiana, serta perjalanan hidup sebagai Guru Blogger Indonesia, dan beberapa kawan mengusulkan judul buku yang kuat, menyentuh, dan memiliki nilai jual tinggi.
https://youtu.be/b_7_mFTMgVg?si=Ijlq59k5eFUPsOjY
Ketika Mengajar Menjadi Ibadah, Menulis Menjadi Warisan, dan Murid Menjadi Amal Jariyah
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) -- Guru Blogger Indonesia
Sinopsis Singkat
Buku ini mengisahkan perjalanan Omjay selama 34 tahun menjadi guru di SMP Labschool Jakarta. Bukan sekadar kisah mengajar di kelas, tetapi perjalanan seorang guru yang menemukan bahwa kasta tertinggi seorang guru bukanlah jabatan kepala sekolah, pengawas, dosen, atau profesor.
Kasta tertinggi seorang guru adalah ketika ilmunya terus hidup melalui murid-muridnya, tulisannya menginspirasi banyak orang, dan kebaikannya menjadi amal jariyah yang tak pernah putus.
Dari ruang kelas sederhana hingga dunia digital, dari kapur tulis hingga kecerdasan buatan (AI), Omjay membagikan pengalaman nyata tentang pendidikan, literasi, teknologi, kesehatan, keluarga, perjuangan hidup, dan makna menjadi guru yang sesungguhnya.

DAFTAR ISI
BAGIAN I
MENEMUKAN JALAN MENJADI GURU
Bab 1. Ketika Saya Memilih Menjadi Guru
Bab 2. Hari Pertama Mengajar yang Tak Terlupakan
Bab 3. Menjadi Guru Muda di Labschool
Bab 4. Belajar dari Murid-Murid Hebat
Bab 5. Guru Bukan Sekadar Pekerjaan
Bab 6. Mengajar dengan Hati
Bab 7. Ketika Murid Mengajarkan Kehidupan
Bab 8. Arti Sebuah Keteladanan
Bab 9. Menjadi Guru yang Dirindukan
Bab 10. Mengapa Saya Bertahan Menjadi Guru
BAGIAN II
LABSCHOOL RUMAH KEDUAKU
Bab 11. Labschool dan Perjalanan Hidup Saya
Bab 12. Sekolah yang Mengubah Cara Pandang Saya
Bab 13. Belajar dari Para Guru Hebat
Bab 14. Kepala Sekolah yang Menginspirasi
Bab 15. Murid-Murid yang Menjadi Kebanggaan
Bab 16. Ketika Alumni Kembali Menyapa
Bab 17. Kisah Haru di Ruang Kelas
Bab 18. Menyaksikan Generasi Berganti
Bab 19. Tiga Dekade di Labschool
Bab 20. Rumah Kedua yang Tak Pernah Saya Tinggalkan
BAGIAN III
MENULIS MENGUBAH TAKDIR
Bab 21. Blog Pertama Saya
Bab 22. Mengapa Guru Harus Menulis
Bab 23. Menulis Setiap Hari
Bab 24. Blog Adalah Mesin Waktu
Bab 25. Tulisan yang Mengubah Hidup
Bab 26. Ketika Artikel Dibaca Ribuan Orang
Bab 27. Menulis dengan Hati
Bab 28. Dari Blog Menjadi Buku
Bab 29. Menjadi Guru Blogger Indonesia
Bab 30. Meninggalkan Jejak Melalui Tulisan
BAGIAN IV
GURU DI ERA DIGITAL DAN AI
Bab 31. Dari Kapur Tulis ke Artificial Intelligence
Bab 32. Guru dan Revolusi Teknologi
Bab 33. AI Sahabat atau Ancaman?
Bab 34. Menulis Bersama AI Tanpa Kehilangan Hati
Bab 35. Literasi Digital untuk Masa Depan
Bab 36. Mengajar Generasi Digital
Bab 37. Tantangan Pendidikan Abad 21
Bab 38. Guru yang Terus Belajar
Bab 39. Masa Depan Pendidikan Indonesia
Bab 40. Ketika Teknologi Bertemu Nurani
BAGIAN V
UJIAN HIDUP SEORANG GURU
Bab 41. Saat Tubuh Mengirimkan Peringatan
Bab 42. Belajar dari Stroke dan Vertigo
Bab 43. Ketika Saya Harus Berhenti Mengemudi
Bab 44. Hikmah Naik Transportasi Umum
Bab 45. Kehilangan Orang-Orang Tercinta
Bab 46. Keluarga Adalah Kekuatan Terbesar
Bab 47. Bersyukur dalam Segala Keadaan
Bab 48. Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat
Bab 49. Kasta Tertinggi Seorang Guru
Bab 50. Warisan yang Ingin Saya Tinggalkan
Epilog
Guru Akan Pergi, Tetapi Ilmunya Tetap Abadi
"Kasta tertinggi seorang guru bukanlah jabatan yang disandangnya, melainkan berapa banyak kehidupan yang berubah karena ilmu yang dibagikannya."

Buku ini sangat kuat karena menggabungkan:
Judul ini berpotensi menjadi buku autobiografi pendidikan yang sangat menyentuh, sekaligus menjadi "legacy book" Omjay sebagai guru, penulis, dan pejuang literasi Indonesia.
Semoga buku kasta terakhir seorang guru dapat bermanfaat buat pembaca dimana saja anda berada sebelum Omjay tutup usia.
Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger Indonesia


