Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Meluncurkan Satu Buku Itu Biasa, Meluncurkan Empat Buku Sekaligus Baru Luar Biasa. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta. Sebuah kisah nyata yang dituliskan oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia.
"Meluncurkan satu buku itu biasa. Meluncurkan empat buku sekaligus, itu baru luar biasa."
Kalimat itu terus terngiang di kepala Omjay ketika menatap empat buku yang akan diluncurkan secara bersamaan pada tanggal 17 Juni 2026. Hati ini bergetar. Mata ini berkaca-kaca. Bukan karena merasa hebat, melainkan karena teringat perjalanan panjang yang telah dilalui selama puluhan tahun menjadi guru, penulis, blogger, dan pegiat literasi.
Siapa sangka seorang guru biasa yang setiap hari mengajar di kelas bisa sampai pada titik ini? Perjalanan itu tidak terjadi dalam semalam. Tidak pula terjadi dalam hitungan bulan. Semua berawal dari kebiasaan sederhana yang terus Omjay lakukan selama bertahun-tahun, yaitu menulis setiap hari.
Dulu Omjay bukanlah seorang penulis terkenal. Bahkan ketika pertama kali menulis di blog, pembacanya hanya beberapa orang saja. Tidak jarang tulisan yang dibuat dengan penuh semangat hanya dibaca segelintir pembaca.
Namun Omjay tidak pernah berhenti. Menulis ketika sehat. Menulis ketika sakit. Menulis ketika bahagia. Menulis ketika sedih. Menulis ketika memiliki banyak waktu maupun ketika waktu terasa sangat sempit.
Bagi Omjay, menulis bukan sekadar merangkai kata. Menulis adalah cara berbagi pengalaman, menyimpan kenangan, menyebarkan inspirasi, dan meninggalkan jejak kebaikan.
Hari demi hari berlalu. Tulisan demi tulisan terkumpul. Artikel demi artikel lahir. Blog demi blog terisi. Sampai akhirnya tulisan-tulisan itu menjelma menjadi buku.
Kini, empat buku sekaligus siap diluncurkan. Sebuah anugerah yang tidak pernah Omjay bayangkan sebelumnya. Empat Buku, Empat Jejak Pengabdian
A. Buku pertama berjudul "Labschool Rumah Keduaku."
Buku ini berisi kisah perjalanan Omjay selama lebih dari 30 tahun mengabdi di SMP Labschool Jakarta. Labschool bukan hanya tempat bekerja, tetapi rumah kedua yang telah membentuk karakter, pengalaman, dan perjalanan hidup Omjay sebagai seorang pendidik.
Di sana Omjay belajar tentang dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan cinta terhadap dunia pendidikan.
B. Buku kedua berjudul "Menulis dengan Hati."
Buku ini lahir dari keyakinan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan pernah mampu menggantikan hati manusia. Di era AI saat ini, banyak orang dapat menghasilkan tulisan dengan cepat. Namun tulisan yang menyentuh hati tetap lahir dari pengalaman, ketulusan, dan kejujuran penulisnya.
C. Buku ketiga berjudul "Kasta Tertinggi Seorang Guru."
Buku ini mengajak para guru merenungkan makna sejati menjadi pendidik. Kasta tertinggi seorang guru bukanlah jabatan, pangkat, atau penghargaan. Kasta tertinggi seorang guru adalah ketika ilmunya terus hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang, bahkan setelah dirinya tidak lagi berada di depan kelas.
D. Buku keempat berjudul "Kisah Omjay: Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi."
Buku ini adalah catatan perjalanan hidup Omjay yang penuh liku, tantangan, perjuangan, dan harapan. Sebuah bukti bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Era Kecerdasan Buatan Membuka Peluang Baru bagi Guru
Peluncuran empat buku ini juga menjadi bukti bahwa kita hidup di zaman yang penuh peluang.
Di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti sekarang, guru tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada penerbit besar untuk mewujudkan impiannya menjadi penulis buku.
Dulu, menerbitkan buku dianggap sesuatu yang sulit dan mahal. Naskah harus dikirim ke penerbit, menunggu proses seleksi yang panjang, dan belum tentu diterima.
Kini semuanya berubah.
Dengan bantuan teknologi digital dan AI, guru dapat menulis lebih cepat, menyusun materi pembelajaran lebih sistematis, melakukan penyuntingan secara mandiri, mendesain sampul buku, hingga menerbitkan bukunya sendiri.
Guru dapat membuat buku ajar, modul pembelajaran, buku referensi, buku motivasi, bahkan buku autobiografi yang menceritakan perjalanan hidup dan pengabdiannya sebagai pendidik.
Yang lebih menarik lagi, karya tersebut dapat langsung dibagikan kepada masyarakat luas melalui blog, media sosial, marketplace buku digital, dan berbagai platform daring lainnya.
Artinya, seorang guru di daerah terpencil sekalipun kini memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penulis dan dikenal oleh dunia. Karena itu, Omjay selalu mengajak para guru untuk tidak menunggu sempurna.
Jangan menunggu terkenal. Jangan menunggu pensiun. Jangan menunggu ada penerbit besar yang datang menawarkan kerja sama.
Mulailah menulis dari pengalaman sendiri.
Tulislah kisah mengajar di kelas. Tulislah perjuangan mendidik siswa. Tulislah inovasi pembelajaran yang pernah dilakukan.
Tulislah perjalanan hidup yang penuh makna. Karena pengalaman seorang guru adalah harta karun yang sangat berharga bagi generasi berikutnya. AI hanyalah alat bantu. Manusialah yang tetap menjadi pemilik pengalaman, ide, nilai, dan hati yang menghidupkan setiap tulisan.
Semua Berawal dari Satu Langkah Kecil
Ketika melihat keempat buku itu berdiri berdampingan, Omjay kembali teringat pada satu pelajaran penting. Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua berawal dari satu langkah kecil. Satu tulisan. Satu halaman. Satu ide. Satu keberanian untuk memulai.
Banyak orang ingin menulis buku. Namun sedikit yang mau menulis setiap hari. Padahal buku yang tebal itu sesungguhnya hanyalah kumpulan halaman-halaman kecil yang ditulis secara konsisten.
Begitu pula kesuksesan. Ia adalah kumpulan langkah-langkah kecil yang dilakukan terus-menerus tanpa menyerah.
Bedah Buku Bersama Tokoh Pendidikan Nasional
Acara peluncuran empat buku karya Omjay akan semakin istimewa karena dilanjutkan dengan sesi Bedah Buku yang menghadirkan dua tokoh pendidikan nasional yang sudah sangat dikenal di kalangan guru Indonesia.
Dr. Dedi Dwitagama, M.Pd.
Sosok guru inspiratif, penulis produktif, blogger pendidikan, dan motivator nasional yang selama ini dikenal sebagai penggerak literasi guru Indonesia. Beliau juga merupakan sahabat dekat Omjay dalam berbagai kegiatan literasi dan pendidikan.
Prof. Dr. Cepi Riyana, M.Pd.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pakar teknologi pendidikan, dan akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran serta pengembangan kompetensi guru di era digital.
Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi kehormatan tersendiri bagi Omjay.
Melalui bedah buku ini, peserta tidak hanya mengenal isi dan pesan dari keempat buku yang diluncurkan, tetapi juga memperoleh wawasan tentang budaya menulis, literasi digital, pemanfaatan AI secara bijak, serta pentingnya guru terus belajar sepanjang hayat.
Sebuah Pesan untuk Guru Indonesia
Melalui peluncuran empat buku ini, Omjay ingin menyampaikan pesan sederhana kepada para guru di seluruh Indonesia.
Jangan pernah meremehkan tulisan Anda.
Jangan pernah menganggap pengalaman Anda biasa-biasa saja.
Setiap guru memiliki cerita.
Setiap guru memiliki pengalaman berharga.
Setiap guru memiliki inspirasi.
Setiap guru memiliki ilmu yang layak diwariskan.
Mulailah menulis hari ini.
Tulislah apa yang Anda alami.
Tulislah apa yang Anda rasakan.
Tulislah apa yang Anda pelajari.
Karena suatu hari nanti, tulisan itu akan menjadi saksi perjalanan hidup Anda.
Dan siapa tahu, dari kebiasaan menulis setiap hari, lahirlah bukan hanya satu buku, tetapi empat buku sekaligus seperti yang dialami Omjay.
Maka benar adanya,
Meluncurkan satu buku itu biasa. Meluncurkan empat buku sekaligus, itu baru luar biasa.
Namun yang lebih luar biasa lagi adalah proses panjang, kerja keras, doa, kesabaran, dan konsistensi yang mengantarkan seseorang hingga mampu mewujudkannya.
Semoga keempat buku ini menjadi amal jariyah, menginspirasi semakin banyak guru untuk menulis, serta menjadi bukti bahwa seorang guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu mengubah dunia melalui tulisan.
Salam Literasi.
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."
PELUNCURAN 4 BUKU TERBARU KARYA OMJAY
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) -- Guru Blogger Indonesia mengundang Bapak/Ibu Guru, Dosen, Mahasiswa, Pelajar, Pegiat Literasi, serta masyarakat Indonesia untuk menghadiri acara:
PELUNCURAN 4 BUKU KARYA OMJAY
Buku yang Akan Diluncurkan:
1. LABSCHOOL RUMAH KEDUAKU
- Kisah perjalanan panjang Omjay mengabdi lebih dari 30 tahun di SMP Labschool Jakarta.