Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Prompt Engineering Dasar. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.
Pendahuluan
Salah satu keterampilan penting di era Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan memberikan instruksi atau perintah yang jelas kepada AI. Keterampilan ini dikenal dengan istilah Prompt Engineering.
Ketika menggunakan chatbot AI atau Generative AI, kualitas hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kualitas perintah yang diberikan. Semakin jelas dan rinci instruksi yang dibuat, semakin baik pula hasil yang dihasilkan oleh AI.
Oleh karena itu, peserta didik perlu memahami cara menyusun prompt yang efektif agar dapat memanfaatkan AI secara optimal untuk belajar, berkarya, dan memecahkan masalah.
Apa Itu Prompt?
Prompt adalah perintah, pertanyaan, atau instruksi yang diberikan kepada AI untuk memperoleh respons tertentu.
Prompt dapat berupa:
Pertanyaan
Perintah
Deskripsi
Permintaan membuat suatu karya
Contoh prompt sederhana:
Jelaskan proses fotosintesis secara singkat.
AI akan memberikan jawaban berdasarkan instruksi tersebut.
Apa Itu Prompt Engineering?
Prompt Engineering adalah keterampilan menyusun prompt secara tepat agar AI menghasilkan jawaban yang lebih akurat, relevan, dan sesuai kebutuhan.
Dengan prompt yang baik, pengguna dapat:
Mendapatkan informasi lebih jelas.
Menghemat waktu.
Menghasilkan karya yang lebih berkualitas.
Memanfaatkan AI secara lebih efektif.
Mengapa Prompt Penting?
Perhatikan contoh berikut.
Prompt Kurang Jelas
Ceritakan tentang Indonesia.
Hasil yang diperoleh mungkin sangat umum karena pertanyaannya terlalu luas.
Prompt Lebih Jelas
Jelaskan kondisi geografis Indonesia untuk siswa kelas IX dalam 200 kata.
Hasil yang diperoleh biasanya lebih fokus dan sesuai kebutuhan.
Unsur-Unsur Prompt yang Baik
Agar AI memberikan hasil yang lebih baik, prompt sebaiknya memiliki beberapa unsur berikut.
1. Tujuan yang Jelas
Sampaikan apa yang ingin diperoleh.
Contoh:
Jelaskan manfaat energi terbarukan.
2. Konteks
Berikan informasi tambahan agar AI memahami situasi yang dimaksud.
Contoh:
Jelaskan manfaat energi terbarukan bagi lingkungan di Indonesia.
3. Format Hasil
Sebutkan bentuk jawaban yang diinginkan.
Contoh:
Jelaskan manfaat energi terbarukan dalam bentuk tabel.
4. Tingkat Kesulitan
Sesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Contoh:
Jelaskan energi terbarukan untuk siswa SMP.
5. Batasan atau Ketentuan
Tambahkan syarat tertentu jika diperlukan.
Contoh:
Jelaskan energi terbarukan dalam maksimal 150 kata.
Rumus Sederhana Membuat Prompt
Peserta didik dapat menggunakan pola berikut:
Tugas + Topik + Tujuan + Format
Contoh:
Buat ringkasan tentang perubahan iklim untuk siswa SMP dalam lima poin utama.
Contoh Prompt dalam Pembelajaran
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Prompt:
Buatkan kerangka pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Mata Pelajaran Matematika
Prompt:
Jelaskan langkah-langkah menyelesaikan persamaan linear sederhana beserta contohnya.
Mata Pelajaran IPA
Prompt:
Jelaskan sistem peredaran darah manusia dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMP.
Mata Pelajaran IPS
Prompt:
Buatkan rangkuman tentang ASEAN dalam bentuk poin-poin penting.
Mata Pelajaran Informatika
Prompt:
Jelaskan pengertian kecerdasan buatan dan berikan tiga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Teknik Prompt yang Lebih Baik
1. Meminta Langkah-Langkah
Contoh:
Jelaskan langkah-langkah membuat presentasi yang baik.
2. Meminta Contoh
Contoh:
Berikan tiga contoh penggunaan AI dalam pendidikan.
3. Meminta Perbandingan
Contoh:
Bandingkan energi terbarukan dan energi fosil dalam bentuk tabel.
4. Meminta Ringkasan
Contoh:
Ringkas teks berikut menjadi lima poin utama.
5. Meminta Peran Tertentu
Contoh:
Bertindaklah sebagai guru IPA dan jelaskan sistem tata surya kepada siswa kelas IX.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membuat prompt antara lain:
Prompt Terlalu Singkat
Contoh:
Jelaskan!
AI tidak mengetahui apa yang harus dijelaskan.
Prompt Terlalu Umum
Contoh:
Ceritakan tentang teknologi.
Topiknya terlalu luas sehingga hasilnya kurang spesifik.
Tidak Menyebutkan Tujuan
Contoh:
Buat artikel tentang internet.
Lebih baik:
Buat artikel tentang internet untuk siswa SMP sebanyak 300 kata.
Etika Menggunakan AI dan Prompt
Saat menggunakan AI, peserta didik perlu memperhatikan etika digital.
Lakukan
Gunakan AI untuk membantu belajar.
Periksa kembali informasi yang diperoleh.
Gunakan hasil AI sebagai referensi atau inspirasi.
Cantumkan sumber jika diperlukan.
Hindari
Mencontek tugas tanpa memahami isi.
Menggunakan AI untuk menyebarkan informasi palsu.
Memasukkan data pribadi yang bersifat rahasia.
Menggunakan AI untuk merugikan orang lain.
Manfaat Menguasai Prompt Engineering
Kemampuan membuat prompt yang baik akan membantu peserta didik:
Berkomunikasi lebih efektif dengan AI.
Meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Mengembangkan kreativitas.
Menghemat waktu dalam belajar.
Mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja masa depan.
Prompt Engineering diperkirakan akan menjadi salah satu keterampilan penting di era digital karena semakin banyak pekerjaan yang memanfaatkan teknologi AI.
Refleksi
Prompt Engineering adalah keterampilan menyusun instruksi yang jelas dan terarah agar AI menghasilkan jawaban yang sesuai kebutuhan. Dengan menguasai teknik membuat prompt yang baik, peserta didik dapat memanfaatkan AI secara lebih efektif untuk belajar, mencari informasi, dan berkarya.
Keterampilan ini tidak hanya membantu dalam penggunaan teknologi saat ini, tetapi juga menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan dunia digital di masa depan.
Aktivitas Siswa
Aktivitas 1: Membuat Prompt
Buatlah tiga prompt yang berbeda untuk meminta AI menjelaskan topik berikut:
Pemanasan global.
Internet.
Kecerdasan buatan.
Bandingkan hasil yang diperoleh dari setiap prompt.
Aktivitas 2: Memperbaiki Prompt
Perbaiki prompt berikut agar menjadi lebih jelas:
Jelaskan teknologi.
Tuliskan versi prompt yang lebih baik dan alasan perbaikannya.
Aktivitas 3: Praktik Menggunakan AI
Gunakan AI untuk:
Membuat rangkuman materi.
Membuat daftar pertanyaan.
Membuat ide proyek sederhana.
Catat manfaat dan kendala yang Anda temui.
Kata Kunci
Prompt, Prompt Engineering, Artificial Intelligence, Generative AI, Chatbot, Instruksi, Literasi Digital, Berpikir Kritis, Kreativitas, Etika Digital.