Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menguatkan Jiwa Dengan Sholat yang Khusyuk

26 Juni 2026   03:18 Diperbarui: 26 Juni 2026   11:59 168 5 1

Sebagai seorang guru, Omjay sering menghadapi berbagai persoalan pendidikan. 

Ada murid yang sulit diatur, ada guru yang kehilangan semangat, ada pula kondisi dunia pendidikan yang kadang membuat hati prihatin. Belum lagi aktivitas menulis yang menuntut pikiran terus bekerja.

Di tengah kesibukan itu, Omjay pernah merasakan shalat hanya menjadi rutinitas. Gerakan dilakukan, bacaan dilantunkan, tetapi pikirannya berkelana ke mana-mana. 

Kadang saat takbiratul ihram, pikirannya masih memikirkan pekerjaan. Saat rukuk, pikirannya memikirkan jadwal kegiatan. 

Bahkan saat salam, Omjay baru sadar bahwa sejak awal hati ini tidak benar-benar hadir.
Omjay merasa ada yang hilang.

Shalat yang seharusnya menjadi sumber ketenangan justru terasa seperti aktivitas biasa. Dari situlah Omjay mulai belajar tentang makna khusyuk.

Omjay memahami bahwa khusyuk bukan berarti pikiran tidak pernah terganggu. Khusyuk adalah perjuangan menghadirkan hati di hadapan Allah. Sebuah usaha untuk sadar bahwa manusia sedang berbicara dengan Rabb yang Maha Mendengar.

Sejak saat itu, Omjay mulai mengubah caranya dalam shalat. Omjay tidak lagi terburu-buru. 

Sebelum shalat, omjay berusaha menenangkan diri. Ponsel diletakkan jauh. Aktivitas dihentikan sejenak. Omjay mencoba memahami setiap bacaan yang diucapkan.

Ketika membaca Al-Fatihah, Omjay berusaha merenungi arti ayat demi ayat. Saat rukuk, Omjay menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Saat sujud, Omjay merasakan bahwa manusia sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa pertolongan-Nya.
Lalu perlahan, hidup Omjay berubah.

Omjay merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Masalah hidup memang tidak langsung hilang, tetapi hati ini menjadi lebih kuat menghadapinya. Beban terasa lebih ringan karena Omjay yakin tidak sedang berjalan sendirian.

Omjay teringat firman Allah bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Menurut Omjay, ayat itu menunjukkan bahwa shalat bukan hanya ritual fisik. Shalat yang benar akan memengaruhi cara berpikir, berbicara, dan bertindak seseorang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4