Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kompasiana dan Dunia Literasi yang Akhirnya Mengubah Jalan Hidup Saya

22 Juni 2026   12:20 Diperbarui: 22 Juni 2026   12:20 292 7 3

ilustrasi artikel/dokpri
ilustrasi artikel/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Kompasiana dan Dunia Literasi. Ketika Menulis Mengubah Jalan Hidup Saya. Sebuah kisah nyata yang dituliskan Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay) di kompasiana tercinta.

Literasi Pendidikan di Ranah Digital [A to Z Kompasiana]

Siapa sangka sebuah tulisan sederhana yang diketik di sela-sela kesibukan mengajar dapat mengubah jalan hidup seseorang? Itulah yang saya alami. Jika hari ini banyak orang mengenal saya sebagai Guru Blogger Indonesia, sesungguhnya semua itu berawal dari kebiasaan sederhana, yaitu menulis dan membagikannya kepada dunia.

Salah satu tempat yang memiliki peran penting dalam perjalanan literasi saya adalah Kompasiana. Bagi sebagian orang, Kompasiana hanyalah platform menulis. Namun bagi saya, Kompasiana adalah ruang belajar, ruang berbagi, ruang bertumbuh, sekaligus ruang pengabdian. Melalui Kompasiana, saya belajar bahwa tulisan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghubungkan manusia, menyebarkan inspirasi, dan mengubah kehidupan.

Perjalanan saya di dunia literasi sebenarnya dimulai dari blog. Ketika pertama kali mengenal Pak Dedi Dwitagama di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, saya diperkenalkan pada dunia blogging. Saya melihat bagaimana beliau memanfaatkan blog untuk mendokumentasikan pengalaman, berbagi ilmu, dan menyebarkan inspirasi kepada banyak orang. Dari situlah saya mulai membuat blog pribadi dan menulis berbagai pengalaman sebagai guru.

Awalnya saya hanya ingin menyimpan catatan perjalanan hidup. Saya menulis tentang pengalaman mengajar di SMP Labschool Jakarta, pelatihan yang saya ikuti, perjalanan yang saya lakukan, serta berbagai pelajaran hidup yang saya peroleh setiap hari. Saya tidak pernah berpikir bahwa tulisan-tulisan tersebut akan dibaca banyak orang.

Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa menulis memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar menyimpan kenangan. Tulisan dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Tulisan dapat menjadi sarana berbagi ilmu. Tulisan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan banyak orang yang memiliki semangat belajar yang sama.

Kesadaran itulah yang kemudian membawa saya mengenal Kompasiana.

Ketika pertama kali bergabung di Kompasiana, saya merasa seperti memasuki sebuah perpustakaan raksasa yang dipenuhi berbagai pemikiran menarik. Ada guru yang menulis tentang pendidikan, mahasiswa yang berbagi pengalaman kuliah, dokter yang menulis tentang kesehatan, pengusaha yang berbagi kisah sukses, hingga masyarakat biasa yang menyampaikan pandangan mereka tentang berbagai persoalan kehidupan.

Saya merasa sangat menikmati suasana tersebut. Setiap hari saya membaca tulisan-tulisan baru yang membuka wawasan. Saya belajar memahami berbagai sudut pandang. Saya belajar bagaimana penulis lain menyampaikan gagasan mereka. Dan tentu saja saya semakin termotivasi untuk terus menulis.

Perlahan-lahan tulisan saya mulai mendapatkan pembaca. Ada yang memberikan komentar. Ada yang mengirimkan pesan pribadi. Ada yang mengajak berdiskusi. Ada pula yang mengaku terinspirasi setelah membaca artikel yang saya tulis.

Saya masih ingat perasaan haru ketika menerima pesan dari seorang guru di daerah yang mengatakan bahwa tulisan saya membuatnya kembali bersemangat mengajar. Ada juga guru yang mengaku mulai berani menulis setelah membaca artikel-artikel saya di Kompasiana. Bahkan ada yang berhasil menerbitkan buku karena termotivasi oleh pengalaman yang saya bagikan.

Saat itulah saya benar-benar memahami bahwa tulisan memiliki kekuatan yang luar biasa.

Kita mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan para pembaca. Kita mungkin tidak pernah mengetahui siapa saja yang membaca tulisan kita. Namun sebuah tulisan dapat menyentuh hati seseorang yang sedang membutuhkan inspirasi. Sebuah artikel dapat memberikan harapan kepada seseorang yang sedang menghadapi kesulitan. Sebuah pengalaman sederhana dapat menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.

Kompasiana memberikan ruang yang sangat luas untuk itu.

Sebagai guru, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berbagi pengalaman dan pengetahuan. Dunia pendidikan terus berubah. Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Tantangan yang dihadapi guru semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, berbagi pengalaman menjadi sangat penting. Apa yang berhasil dilakukan oleh seorang guru dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya. Karena itulah saya terus menulis.

  • Saya menulis tentang pendidikan.
  • Saya menulis tentang teknologi.
  • Saya menulis tentang literasi.
  • Saya menulis tentang kehidupan.
  • Saya menulis tentang pengalaman sehari-hari yang mungkin terlihat sederhana, tetapi mengandung pelajaran yang berharga.

Banyak orang bertanya kepada saya, bagaimana cara menemukan ide menulis setiap hari? Jawaban saya sangat sederhana.

  • Tulislah apa yang Anda alami.
  • Tulislah apa yang Anda lihat.
  • Tulislah apa yang Anda rasakan.
  • Tulislah apa yang Anda pelajari.

Sesungguhnya ide menulis ada di sekitar kita setiap hari. Perjalanan menuju sekolah dapat menjadi tulisan. Percakapan dengan siswa dapat menjadi tulisan. Pengalaman mengikuti seminar dapat menjadi tulisan. Bahkan secangkir kopi yang dinikmati di pagi hari pun bisa menjadi inspirasi sebuah artikel.

Masalahnya bukan kekurangan ide. Masalahnya sering kali kita tidak membiasakan diri untuk menuliskannya.

Kompasiana telah mengajarkan saya untuk lebih peka terhadap kehidupan. Saya belajar melihat pelajaran di balik setiap peristiwa. Saya belajar menangkap hikmah dari pengalaman sehari-hari. Saya belajar mengubah pengalaman biasa menjadi tulisan yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Kini setelah ribuan artikel saya tulis dan dipublikasikan di berbagai platform, termasuk Kompasiana, saya semakin yakin bahwa menulis adalah salah satu bentuk pengabdian yang paling indah. Melalui tulisan, ilmu dapat menjangkau lebih banyak orang. Melalui tulisan, pengalaman tidak hilang ditelan waktu. Melalui tulisan, kita dapat meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus hidup bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di tempat yang sama.

Karena itu saya selalu mengajak para guru Indonesia untuk mulai menulis.

Jangan takut salah. Jangan takut tulisan Anda dianggap biasa. Jangan takut tidak ada yang membaca. Tulislah saja terlebih dahulu. Karena setiap penulis hebat pernah menjadi penulis pemula.

Setiap buku besar berawal dari satu paragraf sederhana. Setiap perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Saya adalah salah satu bukti bahwa menulis dapat mengubah kehidupan. Dari blog lahir buku. Dari buku lahir komunitas. Dari komunitas lahir persahabatan. Dari persahabatan lahir gerakan literasi yang terus berkembang hingga hari ini.

Semua itu berawal dari satu keputusan sederhana: menulis. Karena itu saya akan terus memegang motto yang selama ini menjadi pegangan hidup saya:

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

Percayalah, ketika kita menulis dengan hati dan berbagi dengan tulus, selalu ada keajaiban yang menunggu di ujung perjalanan.

Salam literasi. Salam blogger persahabatan.

Omjay Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3