Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Keluarga Adalah Harta yang Paling Berharga Dalam Kehidupan

24 Juni 2026   13:12 Diperbarui: 24 Juni 2026   17:05 202 4 3

Sebagai seorang guru, penulis, dan blogger, saya sering mendapatkan kesempatan untuk berbagi inspirasi kepada banyak orang. Tidak sedikit yang melihat hasilnya berupa buku-buku yang terbit, artikel yang dibaca ribuan orang, atau undangan menjadi narasumber di berbagai daerah. Namun sesungguhnya di balik semua itu ada keluarga yang selalu mendukung dengan penuh keikhlasan.

Ketika saya menulis hingga larut malam, keluarga memahami. Ketika saya harus berangkat pagi untuk mengajar atau menghadiri kegiatan pendidikan, keluarga mengerti. Ketika saya sibuk menyelesaikan sebuah naskah buku, keluarga memberikan ruang agar saya dapat berkarya dengan tenang. Dukungan seperti itu tidak bisa dinilai dengan uang. Itulah bentuk cinta yang sesungguhnya.

Saya teringat sebuah nasihat yang mengatakan bahwa rumah bukan sekadar bangunan yang memiliki dinding dan atap. Rumah adalah tempat di mana hati merasa diterima. Rumah adalah tempat seseorang bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Rumah adalah tempat di mana cinta tumbuh dan doa dipanjatkan setiap hari.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktunya untuk bekerja dan mengejar target. Mereka berangkat sebelum anak-anak bangun dan pulang ketika anak-anak sudah tertidur. Tidak sedikit yang akhirnya kehilangan momen-momen berharga bersama keluarga. Padahal waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa dibeli kembali.

Karena itu saya selalu berusaha menyediakan waktu khusus untuk keluarga. Meskipun sederhana, kebersamaan itu sangat berarti. Makan bersama, berbincang santai, berjalan-jalan, atau sekadar duduk bersama sambil menikmati secangkir teh dapat menjadi kenangan yang tak ternilai harganya. Kebahagiaan keluarga sering kali hadir dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan penuh cinta.

Saya juga belajar bahwa keluarga bukanlah tempat mencari kesempurnaan. Setiap anggota keluarga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ada kalanya terjadi perbedaan pendapat, kesalahpahaman, bahkan konflik kecil. Namun cinta dan komunikasi yang baik akan membantu menyelesaikan semuanya. Keluarga yang bahagia bukanlah keluarga yang tidak pernah memiliki masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah bersama-sama.

Ketika saya melihat cucu saya tumbuh setiap hari, saya semakin memahami makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Melihat senyumnya, mendengar tawanya, dan menyaksikan perkembangan dirinya menjadi hadiah yang sangat berharga. Momen-momen sederhana seperti itu sering kali jauh lebih membahagiakan daripada berbagai pencapaian yang pernah diraih.

Saya percaya bahwa salah satu bentuk investasi terbaik dalam kehidupan adalah investasi kepada keluarga. Bukan hanya investasi materi, tetapi juga investasi waktu, perhatian, kasih sayang, dan doa. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta akan memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan. Pasangan yang saling menghargai akan menciptakan rumah yang penuh ketenangan. Orang tua yang dihormati akan menjadi sumber keberkahan bagi seluruh keluarga.

Hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai kita terlihat baik kepada banyak orang di luar rumah, tetapi lupa menunjukkan kebaikan kepada keluarga sendiri. Jangan sampai kita murah senyum kepada orang lain, tetapi pelit memberikan perhatian kepada orang-orang yang setiap hari hidup bersama kita.

Pagi ini saya kembali bersyukur atas nikmat keluarga yang Allah SWT berikan. Mereka adalah orang-orang yang selalu menerima saya apa adanya. Mereka adalah orang-orang yang tetap mencintai saya dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan berhasil maupun gagal. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah lelah menyebut nama saya dalam setiap doa yang mereka panjatkan.

Marilah kita menjaga keluarga dengan sebaik-baiknya. Luangkan waktu untuk mereka. Dengarkan cerita mereka. Peluk mereka ketika masih ada kesempatan. Ucapkan terima kasih dan maaf sebelum terlambat. Sebab pada akhirnya, ketika usia terus bertambah dan perjalanan hidup semakin panjang, kita akan menyadari bahwa keluarga adalah anugerah terindah yang Allah titipkan kepada kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3