Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

KATA Pengantar Buku Kisah Omjay 2025 di Kompasiana

30 Juni 2026   13:05 Diperbarui: 30 Juni 2026   14:39 148 4 0

Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji hanya milik Allah Swt. Atas limpahan rahmat, nikmat kesehatan, kekuatan, dan kesempatan yang diberikan-Nya, akhirnya buku "Kisah Omjay 2025: Menulis Setiap Hari, Menginspirasi Negeri" dapat hadir di tangan para pembaca. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., teladan terbaik sepanjang zaman yang mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan, kejujuran, dan semangat menyebarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia.

https://youtube.com/shorts/0ZJjg7nM7kw?si=LRKvwPFNumSPqToV

Buku ini lahir dari perjalanan panjang yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ketika pertama kali mengenal dunia blog dan kemudian bergabung dengan Kompasiana, saya hanya memiliki satu niat sederhana, yaitu mendokumentasikan pengalaman hidup sebagai seorang guru agar dapat dibaca kembali suatu saat nanti. Namun, Allah Swt. memiliki rencana yang jauh lebih indah. Tulisan-tulisan sederhana yang saya buat ternyata mampu menjangkau pembaca dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri. Banyak guru, mahasiswa, dosen, orang tua, dan masyarakat umum yang menghubungi saya untuk berbagi cerita, memberikan masukan, bahkan menyampaikan bahwa tulisan-tulisan tersebut telah memberi semangat baru dalam kehidupan mereka.

Tahun 2025 menjadi salah satu tahun yang sangat berkesan dalam perjalanan saya sebagai guru, penulis, blogger, dan pegiat literasi digital. Hampir setiap hari saya berusaha meluangkan waktu untuk menulis. Ada kalanya tulisan lahir dari ruang kelas ketika melihat semangat para siswa belajar. Ada pula yang muncul ketika saya mengikuti seminar nasional, webinar pendidikan, perjalanan menggunakan transportasi umum, hingga saat menjalani perawatan kesehatan. Semua pengalaman tersebut mengajarkan bahwa inspirasi tidak pernah memilih tempat. Ia hadir kapan saja bagi orang yang mau membuka hati, mengamati kehidupan, lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Melalui buku ini, saya ingin mengajak pembaca menyusuri kembali perjalanan tersebut. Setiap artikel yang dipilih bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan potongan kisah kehidupan yang saya alami secara langsung. Ada cerita tentang dunia pendidikan yang terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Ada pengalaman memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai sahabat dalam menulis tanpa melupakan nilai-nilai etika dan kreativitas. Ada kisah tentang perjuangan menjaga kesehatan di tengah kesibukan mengajar dan berkarya. Ada pula cerita tentang keluarga, persahabatan, organisasi profesi guru, perjalanan, serta berbagai peristiwa yang mengajarkan arti syukur, kesabaran, dan keikhlasan.

Saya percaya bahwa menulis bukan hanya kegiatan menyusun kata demi kata. Menulis adalah proses belajar yang tidak pernah selesai. Ketika seseorang menulis, sesungguhnya ia sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Ia belajar memahami pengalaman, merangkai makna, dan meninggalkan jejak pemikiran yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Itulah sebabnya saya selalu mengajak siapa pun untuk mulai menulis, tanpa harus menunggu menjadi ahli. Sebab tulisan yang lahir dari pengalaman nyata sering kali lebih bermakna daripada teori yang panjang tanpa praktik.

Buku ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah Allah Swt. anugerahkan kepada saya. Sebagai seorang guru, saya menyadari bahwa tugas utama bukan hanya mengajar di dalam kelas, melainkan juga terus belajar sepanjang hayat. Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang begitu pesat. Kecerdasan buatan hadir membantu berbagai pekerjaan manusia. Namun di tengah semua perubahan itu, saya yakin satu hal tidak pernah berubah, yaitu pentingnya nilai kemanusiaan, kejujuran, kerja keras, dan semangat berbagi ilmu kepada sesama.

Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, dan pengertian ketika saya menghabiskan banyak waktu untuk menulis. Terima kasih kepada istri, anak-anak, cucu, serta seluruh keluarga besar yang senantiasa menjadi sumber semangat dalam setiap langkah kehidupan saya.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh rekan guru, kepala sekolah, dosen, mahasiswa, peserta pelatihan menulis, komunitas literasi, sahabat blogger, keluarga besar PGRI, keluarga besar SMP Labschool Jakarta, serta seluruh pembaca setia Kompasiana dan blog wijayalabs.com. Dukungan, komentar, kritik, dan saran dari para pembaca telah menjadi energi positif yang membuat saya terus bersemangat menulis setiap hari.

Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Kompasiana yang selama bertahun-tahun telah menjadi rumah kedua bagi saya dalam berkarya. Melalui platform tersebut, saya belajar bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan inspirasi kepada masyarakat luas. Saya berharap budaya menulis terus tumbuh di kalangan guru Indonesia sehingga semakin banyak pengalaman baik yang terdokumentasikan dan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

Saya menyadari bahwa buku ini masih memiliki kekurangan. Tidak ada karya manusia yang benar-benar sempurna. Oleh karena itu, saya membuka diri terhadap berbagai masukan, kritik, dan saran yang membangun demi penyempurnaan karya-karya berikutnya. Saya percaya bahwa seorang penulis tidak pernah berhenti belajar, sebagaimana seorang guru tidak pernah berhenti mengajar.

Akhirnya, saya berharap buku "Kisah Omjay 2025: Menulis Setiap Hari, Menginspirasi Negeri" dapat menjadi teman perjalanan bagi para pembaca. Semoga setiap halaman mampu menghadirkan inspirasi, memperkuat semangat belajar, menumbuhkan budaya literasi, serta mendorong semakin banyak orang untuk berani menulis pengalaman hidupnya. Siapa pun dapat menjadi penulis. Siapa pun dapat menginspirasi. Yang terpenting adalah memulai dan melakukannya dengan konsisten.

Sebagaimana moto yang selalu saya pegang hingga hari ini:

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

Semoga buku ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya, tidak hanya bagi saya sebagai penulis, tetapi juga bagi seluruh pembaca yang memperoleh inspirasi dari setiap kisah di dalamnya.

Selamat membaca, selamat belajar, dan selamat menulis.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bekasi, 30 Juni 2026

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2