Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Waspadai Pemicu Diabetes Tipe 2: Kisah Omjay Belajar Berdamai dengan Penyakit dan Menata Hidup Lebih Sehat
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Diabetes tipe 2 bukanlah penyakit yang datang secara tiba-tiba. Ia hadir perlahan, sering kali tanpa gejala yang jelas. Bertahun-tahun tubuh memberi sinyal, tetapi kita mengabaikannya. Pola makan yang berlebihan, kurang bergerak, stres, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat menjadi jalan bagi penyakit ini untuk berkembang. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), sehingga kadar gula darah terus meningkat. Faktor risiko yang dapat diubah meliputi pola makan, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup, sedangkan usia dan riwayat keluarga juga turut berperan.

Poster yang kita lihat mengingatkan bahwa banyak makanan sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko diabetes bila dikonsumsi berlebihan. Minuman manis seperti sirup, soda, teh kemasan, kopi kekinian, dan jus dengan tambahan gula mengandung gula sederhana yang cepat menaikkan kadar gula darah. Begitu pula karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti putih, mi instan, pasta, dan bubur. Makanan ringan, kue manis, gorengan, makanan cepat saji, serta daging olahan juga sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk kesehatan metabolik jika dikonsumsi terlalu sering. Sebaliknya, memilih makanan utuh seperti sayuran hijau, buah utuh dalam porsi yang sesuai, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat dapat membantu menjaga kadar gula darah.
Saya mengetahui semua teori itu setelah saya sendiri didiagnosis menderita diabetes. Sebelum sakit, saya termasuk orang yang sangat sibuk. Dari pagi hingga malam mengajar, menjadi narasumber pelatihan, menulis artikel, mengurus organisasi guru, hingga menghadiri berbagai kegiatan. Kesibukan membuat saya sering mengabaikan pola makan. Makan tidak teratur, kurang istirahat, dan jarang berolahraga menjadi kebiasaan yang saya anggap biasa.
Suatu hari tubuh mulai memberi tanda. Saya mudah lelah, sering haus, sering buang air kecil, dan berat badan berubah. Awalnya saya mengira itu akibat aktivitas yang padat. Namun setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah saya tinggi. Dokter menyampaikan bahwa saya terkena diabetes melitus tipe 2.
Saat mendengar diagnosis itu, hati saya terasa berat. Banyak pertanyaan muncul. Mengapa saya? Apakah saya masih bisa mengajar? Apakah saya masih bisa menulis setiap hari? Apakah hidup saya akan berubah selamanya?
Dokter kemudian menenangkan saya. Beliau mengatakan bahwa diabetes bukan akhir dari segalanya. Penyakit ini memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan disiplin menjalani pola hidup sehat, minum obat sesuai anjuran, mengatur makanan, berolahraga, serta rutin memeriksa gula darah.
Sejak saat itu saya mulai mengubah gaya hidup. Saya mengurangi minuman manis, membatasi nasi putih, memperbanyak sayuran, memilih buah dalam porsi yang tepat, dan lebih memperhatikan jam makan. Saya juga mulai rutin mengikuti senam kesehatan, berjalan kaki, dan menjaga berat badan. Perubahan itu tidak mudah. Ada kalanya saya rindu menikmati makanan favorit, tetapi saya sadar bahwa kesehatan jauh lebih berharga.
Perjalanan saya semakin berat ketika kemudian mengalami stroke ringan. Saya semakin menyadari bahwa diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, dan gangguan penglihatan. Pengalaman itu menjadi pelajaran hidup yang sangat mahal.
Kini saya bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Saya tetap mengajar di SMP Labschool Jakarta, tetap menulis setiap hari, tetap berbagi ilmu kepada guru-guru di seluruh Indonesia, dan tetap aktif dalam berbagai kegiatan. Diabetes tidak lagi saya anggap sebagai musuh, melainkan sebagai pengingat agar saya hidup lebih disiplin.
Saya juga belajar bahwa dukungan keluarga sangat penting. Istri, anak-anak, cucu, sahabat, dan rekan guru selalu mengingatkan saya untuk menjaga pola makan dan beristirahat. Dukungan mereka menjadi obat yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Kepada para pembaca, saya ingin berpesan bahwa mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Jangan menunggu tubuh sakit baru mulai hidup sehat. Mulailah dari langkah kecil: kurangi minuman manis, perbanyak sayur, bergerak setiap hari, tidur cukup, kelola stres, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Saya percaya setiap penyakit membawa hikmah. Diabetes mengajarkan saya untuk lebih bersyukur, lebih menghargai waktu, dan lebih mencintai tubuh yang Allah titipkan. Saya juga semakin yakin dengan kalimat yang selalu saya bagikan kepada para peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara:
"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."
Kini saya menambahkan satu kalimat lagi yang lahir dari pengalaman pribadi:
"Jagalah kesehatan setiap hari dan buktikan bahwa disiplin mampu memperpanjang usia yang penuh manfaat."

Semoga kisah Omjay menjadi pengingat bahwa diabetes bukanlah akhir kehidupan. Dengan ilmu, disiplin, doa, dan ikhtiar, kita tetap dapat berkarya, mengabdi, dan menginspirasi banyak orang.
Salam sehat, salam literasi, dan salam blogger Indonesia.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com
https://youtube.com/shorts/KlL_RXDz0HE?si=oArO6uApKiXah9GU