Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ketika Nikmat Itu Dicabut Barulah Kita Sadar

14 Juli 2026   04:53 Diperbarui: 14 Juli 2026   07:08 143 6 4

Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:

"Jika kamu bersyukur, pasti akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa syukur bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersyukur berarti menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik, telinga untuk mendengar ilmu, tangan untuk berbuat kebaikan, kaki untuk melangkah menuju tempat yang diridai Allah, dan lisan untuk menyampaikan kata-kata yang menenangkan hati.

Sebagai seorang guru, Omjay yang telah mengabdi puluhan tahun menjadi guru, ada satu pelajaran yang ingin dibagikan kepada para siswa, sahabat guru, dan siapa pun yang membaca tulisan ini. Jangan menunggu kehilangan untuk mulai menghargai. Jangan menunggu sakit untuk menjaga kesehatan. Jangan menunggu usia senja untuk memperbanyak ibadah. Jangan menunggu musibah untuk bersyukur.

Syukur adalah cara terbaik menikmati hidup.

Orang yang bersyukur akan selalu merasa cukup meskipun hartanya sedikit. Orang yang bersyukur akan tetap tersenyum meskipun sedang diuji. Orang yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk bahagia karena ia menyadari bahwa setiap napas adalah hadiah dari Allah SWT.

Semoga setiap pagi yang kita jalani menjadi awal untuk memperbaiki diri. Semoga kaki kita senantiasa melangkah menuju kebaikan, tangan kita gemar menolong sesama, mata kita melihat kebesaran Allah, telinga kita mendengar nasihat yang bermanfaat, dan lisan kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik.

Mari kita menjadi hamba yang pandai bersyukur sebelum Allah mengingatkan kita melalui kehilangan. Sebab nikmat yang paling indah bukanlah yang paling besar, melainkan nikmat yang masih kita miliki hari ini dan kita gunakan untuk beribadah kepada-Nya.

Tetap semangat, tetap bersyukur, dan teruslah menebarkan kebaikan. Insya Allah, hidup akan menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5