Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ayo Bersama Memberikan Kritik yang Membangun Untuk Tim Admin Kompasiana

16 Juli 2026   06:06 Diperbarui: 16 Juli 2026   07:12 96 3 0

Sebagai guru, saya selalu mengajarkan kepada peserta didik bahwa kritik bukanlah bentuk kebencian. Kritik adalah masukan agar seseorang atau sebuah organisasi menjadi lebih baik. Demikian pula kritik kepada Kompasiana. Tujuan kita bukan menjatuhkan, melainkan menguatkan.

Saya mengajak seluruh sahabat Kompasianer untuk menyampaikan kritik dengan bahasa yang santun, data yang jelas, dan solusi yang nyata. Hindari caci maki, hinaan, atau tuduhan tanpa bukti. Mari kita tunjukkan bahwa para penulis Indonesia mampu menyampaikan pendapat secara dewasa.

Menurut saya, ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian tim admin Kompasiana.

Pertama, meningkatkan transparansi dalam proses moderasi artikel. Penulis akan lebih mudah memahami jika alasan penolakan dijelaskan secara spesifik, bukan hanya menggunakan kalimat umum yang terkadang sulit dipahami.

Kedua, mempercepat proses peninjauan artikel. Banyak penulis menulis isu yang sedang hangat. Jika artikel baru tayang setelah beberapa hari, nilai aktualitasnya menjadi berkurang sehingga semangat penulis ikut menurun.

Ketiga, menerapkan aturan yang konsisten kepada semua penulis. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada standar yang berbeda antara satu akun dengan akun lainnya. Rasa keadilan adalah fondasi utama kepercayaan sebuah komunitas.

Keempat, memperkuat komunikasi dengan komunitas penulis. Sesekali mengadakan dialog terbuka atau forum diskusi akan menjadi jembatan yang sangat baik antara admin dan para kontributor. Dari sana akan lahir banyak masukan yang bermanfaat.

Kelima, terus memberikan apresiasi kepada penulis yang aktif dan konsisten menghasilkan karya berkualitas. Penghargaan tidak selalu harus berupa materi. Pengakuan, perhatian, dan komunikasi yang baik sering kali menjadi motivasi yang luar biasa.

Saya sendiri tetap memilih menulis setiap hari. Bagi saya, menulis bukan semata-mata mengejar jumlah pembaca atau penghargaan. Menulis adalah ibadah intelektual, cara berbagi pengalaman, sekaligus meninggalkan jejak kebaikan untuk generasi berikutnya.

Sejak tahun 2008 hingga sekarang, saya telah menyaksikan Kompasiana berkembang menjadi salah satu platform menulis terbesar di Indonesia. Saya berharap platform ini terus menjadi tempat yang nyaman bagi semua penulis. Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pengelola dan komunitas penulis.

Kepada tim admin Kompasiana, izinkan kami menyampaikan kritik ini sebagai bentuk kepedulian. Kami percaya Anda semua memiliki semangat yang sama, yaitu menjadikan Kompasiana sebagai media warga yang kredibel, profesional, dan berkeadilan. Dengarkan suara para penulis, karena merekalah yang setiap hari menghidupkan platform ini dengan berbagai ide dan pengalaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3