Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Awalnya Omjay Hanya Iseng Jualan Buku di Shopee, Eh Jadi Ketagihan Deh!

29 Juli 2026   07:05 Diperbarui: 29 Juli 2026   09:41 278 6 5

Saya mulai mempelajari cara membuka toko di marketplace. Saya memotret buku dengan pencahayaan yang baik, menuliskan deskripsi yang jelas, hingga belajar membuat judul produk yang mudah ditemukan calon pembeli. 

Semua dilakukan sedikit demi sedikit. Tidak ada yang instan. Saya belajar dari kesalahan, memperbaiki tampilan produk, dan terus mencoba.

Peluncuran 4 Buku karya Omjay

Ternyata, hasilnya cukup mengejutkan. Pembeli mulai berdatangan dari berbagai daerah. Ada guru dari Sumatera, mahasiswa dari Sulawesi, hingga pegiat literasi dari Papua yang memesan buku. 

Saya tersenyum setiap kali melihat notifikasi pesanan masuk. Rasanya seperti melihat ilmu sedang melakukan perjalanan panjang menuju tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi.

Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan. Justru teknologi menjadi jembatan yang mempertemukan penulis dengan pembacanya. 

Marketplace seperti Shopee bukan hanya tempat menjual barang, tetapi juga menjadi ruang baru untuk menyebarkan gagasan, inspirasi, dan semangat belajar.

Namun, saya juga belajar bahwa menjual buku membutuhkan kesabaran. Tidak semua hari dipenuhi pesanan. Ada saat-saat toko sepi, ada pula ketika promosi yang dibuat belum membuahkan hasil. 

Di sinilah konsistensi diuji. Saya terus membagikan kutipan isi buku di media sosial, membuat video singkat tentang manfaat membaca, serta berinteraksi dengan para pembaca. Sedikit demi sedikit, kepercayaan mereka tumbuh.

Saya percaya setiap penulis memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal. Tidak harus memiliki penerbit besar atau jaringan distribusi yang luas. Penulis dapat memanfaatkan media sosial.

Dengan kemauan belajar dan memanfaatkan teknologi, siapa pun dapat memperkenalkan karyanya kepada masyarakat. Marketplace hanyalah alat. Yang paling penting tetaplah kualitas isi buku dan niat tulus untuk berbagi ilmu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3