Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Guru yang Pernah Mengajar Putra Presiden Prabowo Subianto

29 Juli 2026   19:43 Diperbarui: 30 Juli 2026   06:01 228 14 5

ilustrasi artikel/chatgpt
ilustrasi artikel/chatgpt

Semoga presiden Prabowo Subianto membaca kisah Omjay ini. Tak terasa sudah 34 Tahun OMJAY Mengajar di SMP Labschool Jakarta. Inilah Kisah Omjay, Guru yang Pernah Mengajar Putra Presiden Prabowo Subianto. REFLEKSI 34 Tahun Mengajar di SMP Labschool Jakarta: Ketika Seorang Guru Menyaksikan Muridnya Tumbuh Menjadi Penentu Masa Depan Bangsa.

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah (Omjay) Guru Blogger Indonesia untuk Kompasiana tercinta.

"Seberapa besar pengaruh seorang guru terhadap masa depan Indonesia?"

Pertanyaan itu terus berputar di kepala saya setiap kali melihat berita tentang para pemimpin negeri, ilmuwan, dokter, pengusaha, prajurit TNI, polisi, maupun tokoh masyarakat yang dahulu pernah duduk di bangku sekolah sebagai murid

Mereka lahir dari ruang-ruang kelas sederhana yang dipenuhi papan tulis, buku, tawa, dan harapan. Siapa yang tak menyangka kalau murid lugu itu menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

Selama lebih dari 34 tahun mengajar di SMP Labschool Jakarta, saya menyadari bahwa seorang guru tidak pernah tahu siapa yang sedang duduk di hadapannya hari ini. Bisa jadi, di bangku paling depan ada calon ilmuwan. Di sudut kelas ada calon menteri. Di belakang kelas ada calon pengusaha yang akan membuka ribuan lapangan pekerjaan. 

Bahkan, di antara mereka pernah ada Didit Hediprasetyo, putra Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menurut pengalaman dan ingatan saya pernah menjadi salah satu murid di SMP Labschool Jakarta sekitar tahun 1995-1998.

Namun, ketika berada di ruang kelas, saya tidak pernah melihat mereka berdasarkan nama keluarga, latar belakang, ataupun status sosial. Di mata seorang guru, semua murid memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan jalan hidupnya.

Guru Tidak Mengajar Jabatan, Melainkan Karakter

Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan tantangan bonus demografi Indonesia, bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar generasi yang cerdas. Kita membutuhkan generasi yang berintegritas, mampu berpikir kritis, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3