Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Laporan OECD melalui Programme for International Student Assessment (PISA) berulang kali mengingatkan pentingnya kemampuan literasi, numerasi, dan pemecahan masalah sebagai bekal menghadapi masa depan. Sementara itu, berbagai kajian UNESCO juga menekankan bahwa kualitas guru merupakan salah satu faktor paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan.
Pengalaman mengajar selama puluhan tahun membuat saya semakin yakin bahwa guru bukan hanya penyampai materi pelajaran. Guru adalah penanam nilai. Apa yang ditanam hari ini mungkin baru berbuah puluhan tahun kemudian.
Dari Ruang Kelas Menuju Istana Negara
Ketika saya membaca berbagai berita tentang Presiden Prabowo Subianto, saya teringat kembali pada masa ketika putranya masih belajar di sekolah. Kenangan itu bukan untuk menunjukkan kedekatan dengan tokoh nasional, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap pemimpin bangsa pernah menjadi seorang anak yang belajar dari guru-gurunya.
Di sinilah letak keindahan profesi guru. Kami mungkin tidak ikut berdiri di podium saat murid meraih kesuksesan. Nama kami mungkin tidak disebut dalam pidato kenegaraan. Namun, kami pernah menjadi bagian kecil dari perjalanan mereka.
Seorang guru sejatinya tidak mengejar popularitas. Kebahagiaannya adalah melihat murid melampaui gurunya.
Mengapa Guru Harus Terus Menulis?
Selama bertahun-tahun saya menulis hampir setiap hari. Banyak orang bertanya, "Mengapa tidak lelah?"
Jawabannya sederhana. Karena pengalaman mengajar terlalu berharga jika hanya berhenti di ruang kelas.
Tulisan membuat pengalaman itu dapat dibaca oleh guru lain, orang tua, mahasiswa, bahkan generasi yang belum lahir hari ini. Menulis adalah cara memperpanjang usia manfaat seorang guru.
Saya percaya, pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru berbicara di depan kelas. Pendidikan juga terjadi ketika pengalaman dituliskan, dibaca, didiskusikan, lalu menginspirasi orang lain untuk melakukan perubahan.