Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil OMJAY. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, Menulis lah di blog Kompasiana Sebelum Tidur. HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Omjay Menulis Tanpa Henti dan Menginspirasi Tanpa Tapi

28 Agustus 2026   14:31 Diperbarui: 28 Agustus 2026   16:38 343 7 2

Saya juga tidak pernah membayangkan bahwa tulisan yang saya buat dari pengalaman sehari-hari di sekolah bisa dibaca oleh orang yang bahkan belum pernah saya kenal. Internet mengubah semuanya.

Saya mulai menyadari bahwa ruang kelas seorang guru ternyata tidak harus dibatasi oleh tembok sekolah. Ada ruang kelas yang jauh lebih luas. Namanya dunia digital.

Ketika seorang guru menulis pengalaman mengajarnya di internet, pengalaman itu bisa dibaca oleh guru lain di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Papua, bahkan oleh siapa saja yang sedang mencari informasi melalui mesin pencari.

  • Satu pengalaman dapat menjadi pembelajaran bagi banyak orang.
  • Satu tulisan dapat menjadi inspirasi.
  • Satu cerita sederhana dapat menjadi penyemangat bagi seseorang yang sedang berjuang.

Karena itulah saya terus menulis. Bukan karena semua tulisan saya sempurna. Jauh dari sempurna. Tetapi saya percaya, tulisan yang jujur selalu memiliki tempat di hati pembacanya.

"Menulislah Setiap Hari dan Lihatlah Apa yang Terjadi"

Kalimat ini kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi. Saya tidak mengatakan bahwa setiap tulisan harus bagus.

Saya juga tidak mengatakan bahwa setiap tulisan harus viral. Saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri bahwa menulis membutuhkan kebiasaan.

  • Kalau ingin bisa berenang, kita harus masuk ke air.
  • Kalau ingin bisa bersepeda, kita harus mencoba mengayuh.
  • Kalau ingin bisa menulis, ya menulislah.

Jangan terlalu lama menunggu tulisan sempurna. Jangan menunggu memiliki laptop terbaru. Jangan menunggu punya ruangan kerja yang bagus. Jangan menunggu memiliki waktu luang.

Sebab sering kali waktu luang itu tidak pernah datang. Kitalah yang harus menciptakan waktu untuk berkarya. Saya belajar menulis dari kehidupan sehari-hari.

  • Apa yang saya lihat, saya tuliskan.Apa yang saya rasakan, saya renungkan.
  • Apa yang saya pelajari, saya bagikan.
  • Apa yang saya alami di kelas, saya dokumentasikan.

Lama-kelamaan, tulisan itu menjadi jejak perjalanan.

Ketika suatu hari saya melihat kembali tulisan-tulisan lama, saya seperti sedang membuka album foto kehidupan.

Ada cerita tentang sekolah. Ada cerita tentang guru. Ada cerita tentang perjalanan. Ada cerita tentang keluarga. Ada cerita tentang teknologi. Ada pula cerita tentang kegagalan dan keberhasilan.

HALAMAN :