Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil OMJAY. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, Menulis lah di blog Kompasiana Sebelum Tidur. HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Membangun infrastruktur membutuhkan anggaran. Memberikan berbagai insentif juga membutuhkan perhitungan. Sementara itu, negara tetap harus menjaga utang dan defisit. Di sinilah seorang Menteri Keuangan harus pandai berjalan di atas tali. Terlalu pelan, ekonomi bisa kehilangan momentum. Terlalu cepat, keseimbangan fiskal bisa terganggu.
Karena itu, saya melihat pergantian Purbaya lebih tepat dibaca sebagai bagian dari evaluasi dan perubahan strategi pemerintah daripada langsung disebut sebagai bukti kegagalan. Bisa saja Presiden Prabowo menilai bahwa fase berikutnya membutuhkan pendekatan yang lebih menekankan stabilitas fiskal, kredibilitas APBN, konsistensi komunikasi, dan hubungan yang lebih harmonis dengan pasar. Kita tentu belum mengetahui seluruh pertimbangan Presiden karena tidak semua proses pengambilan keputusan di pemerintahan dibuka kepada publik. Maka, sebagai masyarakat, kita perlu berhati-hati agar tidak mengubah dugaan menjadi fakta.
Pilihan Suahasil Nazara juga memberikan pesan tersendiri. Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Ia sudah lama berada dalam lingkungan kementerian tersebut dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Sekarang ia dipercaya naik menjadi Menteri Keuangan. Artinya, Presiden tidak membongkar seluruh mesin Kementerian Keuangan. Mesin organisasinya tetap berjalan, tetapi orang yang berada di posisi pengemudi berganti.
Bagi saya, ini bisa dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan sekaligus melakukan koreksi terhadap arah kebijakan. Kalau saya ibaratkan dengan sekolah, bukan sekolahnya yang dibubarkan dan bukan semua gurunya diganti, tetapi pimpinan sekolahnya diganti karena yayasan merasa membutuhkan pendekatan baru untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Pergantian ini juga menjadi ujian bagi Suahasil. Ia sekarang memikul amanah yang sangat besar. Di pundaknya ada APBN, dan di dalam APBN terdapat uang rakyat. Karena itu, masyarakat tidak perlu buru-buru memberikan penilaian. Berikan kesempatan kepada Suahasil untuk bekerja. Kalau kebijakannya bagus, kita apresiasi. Kalau ada kebijakan yang perlu dikritik, kritik dengan data. Begitu pula kepada Purbaya, kita tidak perlu menghapus semua hal baik yang pernah dikerjakannya hanya karena ia tidak lagi menjadi Menteri Keuangan. Jabatan boleh berakhir, tetapi pengalaman dan kontribusi seseorang tetap menjadi bagian dari perjalanan bangsa.
Rakyat Ingin Ekonomi yang Terasa
Pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu peduli siapa nama Menteri Keuangannya. Rakyat ingin harga kebutuhan pokok terjangkau, mendapatkan pekerjaan yang layak, memperoleh pelayanan kesehatan yang baik, menikmati pendidikan berkualitas, dan memiliki harapan bahwa anak-anak mereka akan mempunyai masa depan yang lebih baik. Guru ingin kesejahteraan meningkat. Pelaku UMKM ingin usahanya berkembang. Petani ingin hasil panennya dihargai. Nelayan ingin hasil tangkapannya mampu memberikan kehidupan yang layak. Orang tua ingin anaknya bisa sekolah tanpa harus terus-menerus memikirkan biaya. Itulah ukuran ekonomi yang sesungguhnya bagi rakyat. Bukan hanya angka yang muncul di layar komputer, bukan hanya grafik pasar saham, dan bukan hanya laporan APBN yang dibacakan dalam rapat pemerintah.
Saya sebagai guru tentu berharap pergantian Menteri Keuangan membawa kebaikan bagi Indonesia. Semoga APBN semakin sehat, rupiah semakin kuat, investasi semakin tumbuh, lapangan pekerjaan semakin banyak, dan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kita membutuhkan ekonomi yang tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga terasa di meja makan keluarga Indonesia. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya menjadi angka yang indah dalam laporan, sementara masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan ekonomi memiliki dampak nyata bagi rakyat.
Purbaya Pergi, Ekonomi Indonesia Tetap Harus Jalan
Purbaya dicopot bukan berarti Purbaya gagal. Suahasil dilantik bukan berarti semua persoalan otomatis selesai. Inilah dinamika pemerintahan. Orang bisa berganti, kebijakan bisa dievaluasi, strategi bisa diperbaiki, tetapi negara harus tetap berjalan. Saya teringat pesan sederhana dalam dunia pendidikan: yang penting bukan hanya siapa gurunya, tetapi apakah muridnya belajar. Dalam ekonomi pun begitu. Yang penting bukan hanya siapa Menteri Keuangannya, tetapi apakah ekonomi Indonesia semakin sehat, APBN semakin kredibel, lapangan pekerjaan semakin terbuka, dan rakyat semakin sejahtera.
Bagi pembaca yang ingin melihat pembahasan lebih lanjut mengenai pergantian Menteri Keuangan dan kondisi ekonomi Indonesia, saya juga menyertakan video YouTube berikut sebagai bahan untuk melihat persoalan dari perspektif lain: Tonton videonya di YouTube. Saya sengaja menyertakan tautan ini karena menurut saya pembaca Kompasiana tidak cukup hanya membaca satu sudut pandang. Membaca, menonton, kemudian membandingkan informasi akan membuat kita lebih bijak dalam memberikan penilaian. Apalagi persoalan ekonomi tidak pernah sederhana dan sering kali memiliki banyak sisi yang tidak terlihat dari judul berita.