Berita Kriminal Global Menyajikan berita kriminal dengan data dan fakta. Update setiap hari langsung dari sumber terpercaya
Berita Kriminal Global- Masyarakat Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, digemparkan oleh penemuan potongan tubuh yang diduga merupakan bagian kaki bayi, Rabu (29/7/2026) petang.

Peristiwa tersebut bermula ketika seekor biawak diduga memuntahkan potongan bagian tubuh di sekitar permukiman warga. Potongan tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi rusak dan sulit dikenali.Penemuan itu pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi pada sekitar pukul 17.30 WIB.
Kepala Desa Batutumpang, Herul Mubarik, membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, warga yang curiga kemudian mengejar biawak dan menemukan potongan tubuh yang secara kasat mata menyerupai kaki manusia di sekitar bekas muntahan.
"Awalnya ditemukan oleh anak-anak. Ada muntahan biawak di depan rumah warga. Kalau dilihat memang seperti kaki bayi, cuma kondisinya sudah hancur karena diduga sebelumnya dimakan biawak," ujar Herul, Rabu (29/7/2026) malam, dikutip dari Berita Kriminal Global.
Herul mengatakan, berdasarkan bentuk fisiknya, potongan tubuh tersebut diduga berasal dari bayi yang masih sangat kecil, dengan perkiraan usia sekitar satu minggu. Namun, kondisi jaringan yang telah mengalami kerusakan membuat bagian tubuh tersebut sulit dikenali secara kasat mata.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan kepolisian. Tim gabungan bersama warga langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari kemungkinan adanya potongan tubuh lain maupun petunjuk tambahan.
Pemerintah desa menyerahkan sepenuhnya proses identifikasi dan penyelidikan kepada pihak kepolisian, termasuk untuk memastikan apakah kerusakan pada bagian tubuh tersebut disebabkan oleh aktivitas biawak atau terdapat kemungkinan lain.
"Dari setelah Magrib kami kerahkan aparat desa bersama warga. Polisi juga sudah turun membantu pencarian, tetapi sampai malam belum ada temuan lain."
"Kami tidak berani menyimpulkan, biarkan nanti hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," tegas Herul.