Zalsa Alya Nurrahma
Zalsa Alya Nurrahma Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang mempelajari materi perkuliahan mengenai jurnalistik dan belajar mengenai kepenulisan

Selanjutnya

Tutup

Video

Mengintip di Balik Layar Musik Video "Gala Bunga Matahari" Melalui Kuliah Umum Ilmu Komunikasi

13 Juni 2025   14:18 Diperbarui: 13 Juni 2025   14:18 439 1 1

Foto Moderator dan Narasumber (Sumber: Dokumentasi Panitia)
Foto Moderator dan Narasumber (Sumber: Dokumentasi Panitia)

Apa rahasia di balik sebuah musik video yang mampu meraih jutaan viewers dan menjadi viral di seluruh platform media sosial? Bagaimana cara menciptakan konten visual yang tidak hanya menarik mata, tetapi juga mampu menyentuh jiwa penonton? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang terjawab melalui diskusi hangat di Interactive Center Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Selasa (10/6/2025). Para mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 mendapat kesempatan emas mengupas tuntas dunia perfilman lewat acara "Guest Lecture dan Music Video Awarding: Pokoknya Bikin Film".

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait mata kuliah maupun prospek karier di masa mendatang. Tidak hanya berupa kuliah umum, acara ini juga memadukan sesi awarding untuk karya musik video mahasiswa. Daya tarik utama terletak pada kehadiran alumni yang telah berkecimpung di industri perfilman sejak masih menempuh studi.

Sosok yang menjadi bintang dalam acara tersebut adalah Mulia Alif, praktisi film dengan sederet karya memukau. Jejaknya terbentang dari film "Tilik" yang meledak di YouTube hingga berkembang menjadi series, "Jabang Mayit" yang segera hadir di bioskop pada Juli nanti, serta musik video fenomenal "Gala Bunga Matahari" milik Sal Priadi yang berhasil memikat hati publik.

Dengan antusias tinggi, Alif membagikan pengalaman panjang perjalanan kariernya di dunia perfilman yang penuh lika-liku. Berbagai aspek produksi film dan musik video ia ulas secara mendalam, mulai dari tahap pra-produksi hingga distribusi. Kisah transformasinya dari mahasiswa awam yang baru mengenal industri kreatif hingga menjadi profesional sukses mengalir dengan penuh inspirasi dan kearifan. Melihat mahasiswa saat ini yang lebih beruntung dengan bekal pengetahuan sejak awal, Alif bertekad membangkitkan semangat mereka.

Foto Narasumber Dengan Dosen Dan Mahasiswa (Sumber : Dokumentasi Panitia)
Foto Narasumber Dengan Dosen Dan Mahasiswa (Sumber : Dokumentasi Panitia)

Terungkap fakta menarik bahwa Alif sama sekali tidak familiar dengan videografi semasa SMA. Dunia perfilman baru ia temukan ketika menginjak bangku kuliah. Ketertarikan yang muncul mendorongnya mendalami bidang tersebut dengan memaksimalkan segala fasilitas kampus. Pengalaman paling berkesan? Ia pernah nekat "meminjam" kamera prodi selama berhari-hari demi menyelesaikan proyek video lomba. Walau usaha tersebut tidak berbuah nominasi, justru menjadi batu loncatan berharga dalam karier.

Keterlibatan Alif dalam tahap post produksi musik video "Gala Bunga Matahari" membuatnya paham betul formula kesuksesan karya tersebut. Kepada para mahasiswa, ia menekankan bahwa musik video bukan sekadar perpaduan visual dan audio belaka. Lebih dari itu, terdapat makna mendalam yang dirancang khusus untuk mempengaruhi psikologi penonton. Kekuatan storytelling yang solid menjadi kunci agar pesan mudah tersampaikan kepada viewers.

Storytelling didefinisikan sebagai blueprint alur cerita yang hendak disampaikan kreator melalui karyanya. Tanpa elemen vital ini, sebuah video akan kehilangan makna dan gagal meninggalkan kesan di benak serta hati audience. Alif menegaskan pentingnya storytelling dalam setiap produksi video, sebab tanpanya hasil karya akan kacau dan membingungkan penonton.

Tiga komponen esensial dalam storytelling menurut Alif: karakter utama dalam video, target yang hendak diraih karakter tersebut, dan rintangan yang menghadang pencapaian tujuan. Ketiga elemen ini harus bersinergi untuk menciptakan narasi bermakna dalam video. "Coba kalau ketiga ini kita hilangkan salah satu, hambatan misalnya, bayangi kalau video kalian hanya berisi tokoh dan tujuan, ya gak asik dong," ujar Alif dengan contoh sederhana namun tepat sasaran.

Lebih lanjut, Alif menyampaikan bahwa semakin rumit tantangan yang dihadapi tokoh dalam meraih tujuan, maka semakin menarik dan dramatis pula tontonan yang dihasilkan. Filosofi inilah yang menjadi fondasi kesuksesan musik video "Gala Bunga Matahari" dalam meraih popularitas hingga viral.

Peran ganda Alif sebagai narasumber sekaligus juri untuk karya musik video mahasiswa semakin memperkaya perspektif acara. Bagi peserta yang hadir, sosoknya menjadi representasi nyata bahwa kesuksesan dapat diwujudkan melalui komitmen pembelajaran berkelanjutan dan dedikasi tanpa batas.

Saat kuliah umum berakhir, mahasiswa tidak hanya meraih pengetahuan teknis pembuatan video, melainkan juga motivasi mendalam tentang perjalanan seorang kreator sejati. Mereka juga mendapat perspektif baru tentang industri kreatif yang terus berkembang pesat di era digital ini. Cerita Alif membuktikan bahwa di ranah kreatif, gairah dan kegigihan jauh lebih berharga ketimbang modal awal yang sempurna. Barangkali, di antara hadirin hari itu, tersimpan bibit-bibit sineas masa depan yang kelak akan mewarnai khazanah perfilman Indonesia dengan karya-karya gemilang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2