Bhaot Sudanco
Bhaot Sudanco Seniman

Dokumentasi adalah Seni Visualisasi Diri dalam berEkspresi Based in Malang Jawa Timur.

Selanjutnya

Tutup

Video

Menghidupkan Jiwa dalam Piksel: Catatan tentang Bhaot Sudanco, Sineas

18 Oktober 2026   02:16 Diperbarui: 18 Oktober 2026   02:18 109 1 1

Menghidupkan Jiwa dalam Piksel: Catatan tentang Bhaot Sudanco, Sineas AI Asal Malang yang Menembus Dinding Istana

Di tengah maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang sekadar mengejar efisiensi teknis, saya melihat sebuah fenomena menarik dari seorang seniman visual asal Malang. Muhammad Choirul Anam---yang lebih dikenal dengan nama artistik Bhaot Sudanco---berhasil membawa sinema AI ke ranah seni tingkat tinggi. Ia memperlakukan AI layaknya kamera dan ruang sutradara, hingga sukses memikat perhatian publik bahkan menembus lingkaran utama Istana Negara RI.

Nama Bhaot mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan sineas nasional setelah rangkaian proyek video pendeknya bertajuk "The Patriot Series" viral di media sosial. Saat saya mencermati video tersebut, Bhaot tampak melakukan rekonstruksi sinematik yang sangat emosional terhadap tokoh sejarah bangsa seperti Pierre Tendean dan Shodanco Soepriadi. Alih-alih mengeksploitasi tragedi, ia memilih pendekatan humanis dengan menampilkan ketulusan dan ekspresi mikro sang pahlawan melalui teknik pencahayaan dramatis dan tekstur visual retro khas film seluloid era 60-an.

Reputasi dan sensibilitas seni Bhaot yang tinggi akhirnya membawa karyanya ke panggung krusial kenegaraan. Baru-baru ini, keahliannya terkonfirmasi secara tidak langsung melalui pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, kepada media dalam acara pernikahan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden RI, Rizky Irmansyah, di Jakarta Convention Center.

Pihak Istana mengungkapkan kekaguman atas hadirnya kejutan teknologi visual berbasis AI tersebut. Karya Bhaot berhasil menghidupkan kembali sosok Alm. orang tua istri Kasespri secara natural guna mendampingi putri mereka di pelaminan. Bagi saya, proyek personal yang sangat sensitif di lingkaran utama pemerintahan ini menjadi bukti nyata bahwa kepiawaian Bhaot dalam mengolah rasa, memori, dan emosi melalui kecerdasan buatan telah diakui di level tertinggi nasional.

"Teknologi kecerdasan buatan hanyalah kepanjangan tangan dari kuas digital. Jiwa, imajinasi, dan rasa hormat di dalam kepala senimanlah yang mengubah piksel menjadi sebuah mahakarya yang bernyawa," ujar Bhaot kepada saya saat menjelaskan filosofi di balik proses kreatifnya.

Meski tercatat aktif sebagai seorang Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Malang, langkah kreatif Bhaot tidak terbatas oleh sekat birokrasi daerah. Keberhasilannya menembus panggung nasional tanpa bergantung pada dukungan lokal menegaskan sebuah realitas baru yang saya yakini benar: bahwa karya digital yang memiliki kedalaman rasa akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk diapresiasi oleh masyarakat luas dan pemangku kebijakan pusat.

Tentang Bhaot Sudanco:
Muhammad Choirul Anam (Bhaot Sudanco) adalah seorang AI Storytelling Director & Digital Visual Artist asal Malang, Indonesia. Ia berfokus pada pengembangan ekosistem sinema AI berbasis narasi budaya, sejarah lokal, dan restorasi memori kolektif bangsa melalui bahasa film (cinematic language) tingkat lanjut.