Zuliatin adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan besar pada dunia menulis dan informasi publik. Di tengah aktivitas sehari-hari, saya menemukan ruang untuk berkarya melalui tulisan, terutama dengan mengangkat berbagai cerita dan potensi yang ada di sekitar masyarakat. Saya senang menulis tentang pertanian, UMKM, potensi desa, kebijakan pemerintah, serta isu lingkungan. Bagi saya, setiap desa memiliki cerita dan potensi yang layak dikenal. Petani, pelaku UMKM, masyarakat desa, hingga berbagai program pemerintah memiliki sisi menarik yang perlu disampaikan kepada publik secara informatif dan berimbang. Melalui tulisan di Kompasiana, saya ingin ikut membuka ruang bagi masyarakat untuk berbagi informasi, memperkenalkan potensi daerah, mengangkat persoalan di lingkungan sekitar, sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka yang terus berkarya dan membangun daerahnya. Saya percaya, menulis bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang merekam kehidupan, mengangkat suara masyarakat, dan membuka mata terhadap potensi yang sering kali luput dari perhatian. Menulis dari sekitar, mengangkat potensi negeri
Labuhan Ngliyep 2026 berlangsung khidmat di tengah deburan ombak Laut Selatan, menjadi simbol syukur dan pelestarian tradisi leluhur.
MALANG --- Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang, kembali menjadi ruang berlangsungnya Labuhan Ngliyep 2026, sebuah tradisi budaya yang telah diwariskan masyarakat secara turun-temurun.
Di tengah deburan ombak besar Laut Selatan, prosesi labuhan berlangsung khidmat. Bagi masyarakat, tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari ungkapan syukur, doa keselamatan, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.
Namun, Labuhan Ngliyep juga menyimpan pesan penting tentang hubungan manusia dengan alam. Laut Selatan memiliki karakter gelombang yang kuat sehingga kawasan ini tidak hanya membutuhkan penghormatan secara budaya, tetapi juga kewaspadaan terhadap keselamatan.
Di tengah berkembangnya Pantai Ngliyep sebagai destinasi wisata, tantangannya semakin jelas: bagaimana tradisi tetap terjaga tanpa kehilangan makna, sementara pariwisata terus berkembang?
Labuhan Ngliyep 2026 akhirnya bukan hanya tentang sesaji yang dilarung ke laut. Ia menjadi gambaran tentang masyarakat yang berusaha mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Tradisi boleh berkembang, tetapi maknanya jangan sampai hilang.
.