Zuliatin adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan besar pada dunia menulis dan informasi publik. Di tengah aktivitas sehari-hari, saya menemukan ruang untuk berkarya melalui tulisan, terutama dengan mengangkat berbagai cerita dan potensi yang ada di sekitar masyarakat. Saya senang menulis tentang pertanian, UMKM, potensi desa, kebijakan pemerintah, serta isu lingkungan. Bagi saya, setiap desa memiliki cerita dan potensi yang layak dikenal. Petani, pelaku UMKM, masyarakat desa, hingga berbagai program pemerintah memiliki sisi menarik yang perlu disampaikan kepada publik secara informatif dan berimbang. Melalui tulisan di Kompasiana, saya ingin ikut membuka ruang bagi masyarakat untuk berbagi informasi, memperkenalkan potensi daerah, mengangkat persoalan di lingkungan sekitar, sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka yang terus berkarya dan membangun daerahnya. Saya percaya, menulis bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang merekam kehidupan, mengangkat suara masyarakat, dan membuka mata terhadap potensi yang sering kali luput dari perhatian. Menulis dari sekitar, mengangkat potensi negeri
Video menampilkan kondisi Gunung Semeru dan kepulan material vulkanik dari udara sebagai dokumentasi visual aktivitas gunung api.
Dokumentasi Drone: Kompasioner
11 September 2026
LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat (11/9/2026). Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi berulang sejak dini hari.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru yang dikutip dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), pada periode pengamatan Jumat dini hari hingga pagi hari terekam puluhan kejadian letusan. Salah satu laporan menyebut sebanyak 37 kali letusan tercatat dalam periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa Semeru masih berada dalam kondisi aktif dan perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi masyarakat serta aktivitas di kawasan lereng gunung.
Media Kompasioner juga melaporkan aktivitas Semeru meningkat dengan puluhan letusan dalam sehari. Suara dentuman turut terdengar saat rangkaian erupsi terjadi. Status Gunung Semeru dilaporkan masih berada pada Level III atau Siaga.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api tidak hanya perlu dilihat dari besar kecilnya kolom erupsi, tetapi juga dari frekuensi letusan dan perkembangan parameter kegempaan.
Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi serta mematuhi rekomendasi kawasan rawan bencana. Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api menjadi rujukan utama untuk menentukan langkah keselamatan.
Dengan meningkatnya frekuensi erupsi, kewaspadaan di kawasan sekitar Semeru menjadi penting. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas yang dapat berdampak terhadap wilayah di sekitar lereng gunung.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga Jumat, 11 September 2026 dan dapat berubah mengikuti pembaruan resmi aktivitas Gunung Semeru.