
Salah satunya dari seni budaya adalah tari, tari atau tarian selalu ada di setiap daerah masing-masing dengan pesan-pesan khusus yang disampaikan lewat tarian tersebut.
Jika kita perhatikan, tarian adalah segala bentuk gerak tubuh atau anggota badan dengan kedisiplinan atau aturannya membuat gerakan itu mengirama atau mengikuti irama dan nada-nada yang secara emosional mendorong sistem syaraf-syaraf mengikuti alunan gelombangnya.
Ada ungkapan jiwa, ungkapan sosial, ungkapan khusu yang disampaikan penari atau yang dikonsep oleh pencipta gerak tarian, dimana estetika dan pesan moral secara bersamaan tersampaikan dengan gembira, jika tariannya menggambarkan suatu kegembiraan.
Jenis tarian ini bisa berbeda-beda, ada yang gembira, sedih, atau bercerita sejarah, dan atau bahkan meramalkan masa depan. Semua pesan yang tersirat dalam taraian ini adalah tergantung kondisi lingkungan saat gerak tarian itu diciptakan.
Tidak sekedar sebagai seni budaya, tari dan tarian juga bisa sebagai sarana ritual tertentu, baik upacara adat atau upacara keagamaan.
Secara Filosofis, Susanne K. Langer yaitu ahli filsafat seni Amerika Serikat berpendapat bahwa itu adalah merupakan tontonan yang mewujudkan proses batin manusia untuk dilihat sendiri dan atau dilihat orang lain.
Hemat Mata Sosial, ya walau saya buka penari dan yg Idak bisa nari, tapi hampir setiap orang menyukai tarian walau jenis yang disukainya berbeda-beda pastinya.
Yang jelas, tari hemat saya adalah sebagai cara yang berestetika dan beraturan dengan mengerahkan gerak tubuh untuk bisa dilihat di hayati pesan-pesannya.
Bisa juga tari disebut sebagai cara berkomunikasi tanpa suara tapi lebih ke tanda-tanda dari gerakan yang dilakukan dengan memadukan keindahan nada atau irama.
Ya, ini hanya opini saya aja, sambil tulas-tulis lihat tarian, ya udah deh jadinya nulis tentang tari.
Mudah-mudahan ada manfaatnya, dari berbagai sumber yang saya baca sih tarian tidak terlepas dari estetika dan pesa.