
Sekitar satu bulan lalu, aku mendapati poster film Empat Musim Pertiwi dalam unggahan Istagram ussfeeds. Narasinya membuat mataku terbelalak.
Film "Empat Musim Pertiwi" Karya Kamila Andini dipilih jadi wakil Indonesia untuk kategori Internasional Feature Film DI Oscar 2027
Tunggu....Oscar? Film Indonesia? Kepalaku kesulitan mencerna maksud narasinya, yang ada dalam benakku film ini akan sangat luar biasa, dan sayang sekali jika tak kusaksikan. Lupakan sejenak mengenai apa premis ceritanya, siapa pemainnya, atau siapa pembuat filmnya, aku langsung menekan tombol pada mesin pencarian.
8 Oktober 2026 film ini akan tayang
"Satu bulan lagi" Pekikku pada diri sendiri. Tanpa banyak tawar aku mengajak temanku untuk menonton film ini.
"Jika dalam hidupmu tak pernah menyaksikan film buatan lokal yang menggetarkan jiwa, aku bertaruh film ini salah satu yang akan memberikannya" Setelah teknik presentasi Steve Jobs berhasil kulancarkan, ia mengamini tawaran.
"Tabik!" Seruan itu menggudara pada langit-langit kamar sendirian.
Satu minggu berjalan, dua minggu terlewatkan, tiga minggu pembahasan itu dilupakan. Hingga muncul lagi alarm ingatan yang kubaca pada beberapa media.
"Oh iya, film ini. Satu minggu lagi" Kubuka percakapan di antara tema yang tak pernah karuan. Setelah kami mencocokan jadwal, 10 Oktober 2026 Pukul 19.25 CGV Istana Bandung Electronic Center, resmi tertanggal.
Ekspektasiku tinggi setelah semua riset informasi dan beberapa narasi mengenai film ini selalu aku dapati
"Menurutmu berapa nilainya film ini?" Kulempar tanya pada kursi D9.