youghtly
youghtly Lainnya

tulisan merupakan pelarian dari liarnya pikiran

Selanjutnya

Tutup

Video

Film Empat Musim Pertiwi Dari Kacamata Pribadi

14 Oktober 2026   13:50 Diperbarui: 14 Oktober 2026   13:50 199 0 0

"8 dari 10" Lenggang sejenak

"Emm 7.5 deh, lock!" Dari jawabannya ia menyisakan ruang kecewa, sedangkan aku? Tentu tidak!

"12 per 10" Semringah senyumku menampilkan deretan gigi.

Bagaimanapun narasi pertama saat diriku mendapati film, ini akan selalu kupegang hingga lampu sinema kembali menyala.

Dan tak selang beberapa lama, rol film ini mulai diputar.

Sebelum aku lebih jauh membahas mengenai isi filmnya aku perlu menggaris bawahi, bahwa semua yang kutulis, adalah murni pendapat dari seorang manusia yang tak tahu apa-apa mengenai dunia kamera, akting, skrip, bahkan music latarnya. Apa yang akan kusampaikan merupakan sudut pandang dari seseorang yang menyaksikan sedikit sekali karya seni perfilman di dunia, dan karena ini karya film Indonesia aku akan menggunakan kacamata yang setara.

Cerita di mulai saat Pertiwi tengah tergelatak di atas rerumputan. Setidak-tidaknya pada satu menit pertama aku telah mencintai dua hal. Yang pertama sinematografinya, dan yang kedua adalah musik latarnya. Entah mengapa rasa yang keluar saat sorot kamera gelap dan suara nafas pertiwi yang mengisi, lalu objek acak yang perlahan terdefinisi mengingatkanku pada rasa saat diriku menonton Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Gelisah, penuh tanya, dan rasa terpesona dari sajian sudut kamera membuatku bergidik di menit pertama.

Poster Marlina si pembunuh dalam empat babak
Poster Marlina si pembunuh dalam empat babak

Aku teringat hamparan Sumba yang diberhasil direkam oleh film Marlina termanifestasi jauh lebih baik di film Pertiwi ini. Kaki Gunung Bromo membuat dengkul dan mataku melongo.

"Woah, gila" Mulutku mengecap, manusia disampingku menyetujuinya.

Bersamaan dari itu, musik latar sejak menit awal telah menancap relung sukmaku, sebagai salah satu musik latar terbaik yang pernah aku dengarkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4