youghtly
youghtly Lainnya

tulisan merupakan pelarian dari liarnya pikiran

Selanjutnya

Tutup

Video

Film Empat Musim Pertiwi Dari Kacamata Pribadi

14 Oktober 2026   13:50 Diperbarui: 14 Oktober 2026   13:50 199 0 0

Dan soal alur cerita aku tak mau banyak menjelaskan secara detail, selain karena memang tulisan ini akan jadi sangat Panjang jika kuceritakan, aku ingin siapa pun yang membaca ikut tergerak untuk tahu apa isi ceritanya melalui pengalamannya sendiri. Film ini adalah salah satu film lokal terbaik yang pernah aku nikmati.

Namun aku ingin mengatakan bahwa aku menyukai sekaligus kelelahan pada adegan-adegan menyentil hati yang rasanya dekat sekali dengan kondisi negeri. Alur mengenai trauma seorang wanita yang direbut dan dilecehkan adalah hal yang banyak menguras tenaga juga. Lalu peran-peran semacam Junet dan juga Raras sebagai orang-orang berkebutuhan khusus membuat kita semakin gusar akan pandangan sosial yang sering kali menyudutkan bahkan mengucilkan hak-hak mereka. Lalu tokoh Fajar yang merupakan antagonis cerita nampaknya begitu teresonansi pada tokoh-tokoh masyarakat yang ada di sekitar kita.

Terakhir, saat cerita selesai ada semacam lubang yang mengaga dalam benakku. Tatkala langkah kaki meninggalkan ruangan ada lelah yang teremban, entah mengapa melihat sosok pertiwi membuat hatiku ditusuk berkali-kali, perjuangan melawan trauma, perjuangan menyuarakan suara, hingga perjuangan menindak ketidakadilan dengan tangannya sendiri adalah sesuatu yang membuatku berpikir beberapa kali, bahkan sampai aku menulis hari ini. Sehebat apa manusia yang terus berjalan dengan luka-lukanya, sehebat apa manusia yang tetap hidup dengan ketidakadilan yang diterimanya, sehebat apa manusia yang tetap bersuara saat jiwanya melawan trauma.

Mari menyapa, mari membaca, mari bercerita, mari bertanya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4