Guru di Kota Bekasi yang tertarik menulis di Kompasiana. Penulis reflektif, dan pengamat kehidupan sosial sehari-hari. Menulis bagi saya adalah cara merekam jejak, menjaga kenangan, sekaligus mengolah ulang pengalaman menjadi gagasan yang lebih jernih. Saya tumbuh dari kisah pasar tradisional, sawah, dan gunung yang menjadi latar masa kecil di Cisalak-Subang. Kini, keseharian sebagai guru membuat saya dekat dengan cerita murid, dunia pendidikan, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Di Kompasiana, saya banyak menulis tentang: pendidikan yang manusiawi, dinamika sosial budaya, kenangan kecil yang membentuk cara pandang, serta fenomena keseharian seperti kafe, pasar, hujan, dan keluarga. Saya punya prinsip tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk merenung, tersenyum, atau tergerak untuk berubah.

Hari Minggu, tanggal 24 September 2023 saya mengikuti istighotsah obat negara di Stadion Madya Gelora Bung Karno bersama Ketua Umun Nahdlatul Aulia Syeikh Khatibul Umam Wiranu yang juga dihadiri Buya Said Aqil Sirodj, Direktur Deredikalisasi Brigjen Ahmad Nurwahid, KH. Ridwan Mukti, Wakil Ketua KPK Nuril Gufron, Sekda Kabupaten Cilacap Awaludin Muri, Rektor Universitas Muhammadiyah jakarta Mahmud Murod, serta juru bicara era Presiden Abdurrahman Wahid Adhie Massardi.


Nahdlatul Aulia adalah organisasi dzikir yang tidak berpolitik dan bukan partai politik berharap istgotsah ini diikuti semua lapisan masyarakat dengan tidak memandang agama, ras, dan suku tertentu. Pada kesempatan mendatang Ketua Umum Syeikh Khatibul Umam Wiranu berharap bisa diikuti semua lapisan masyarakat secara serentak dimasing-masing rumah ibadahnya.
Islam ya di mesjidnya, Kristen yan di gerejanya, Hindu di puranya , Budha di viharanya, Kunghuchu dan aliran kepercayaan lain melakukan hal yang sama.

Acara ini juga merupakan rencana yang sudah di canangkan guru besar kami Alm. KH. Sirodjudin Ilyas Bin KH Ilyas Mukhsin yang mendapat petunjuk dari Allah SWT sejak jaman Presiden Suharto untuk kemashlahatan negara apalagi menjelang pemilu.
Bertepatan dengan HUT Nahdlatul Aulia yang ke-17 Istighotsah ini dibanjiri ribuan jama'ah dari berbagai tanah air.
Sebagai gambaran Nahdlatul Aulia adalah organisasi dzikir yang menghidupkan jiwa-jiwa kewalian pada diri manusia, karena pada dasarnya semua manusia dikarunia jiwa kewalian sejak lahir namun jiwa kewalian itu luntur sejalan dengan kesibukan manusia dengan faktor duniawi dan mulai melupakan Tuhannya.
Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena murni tidak memihak dan tidak berpolitik, murni menjalankan misinya untuk kemaslahatan negara pada umumnya tanpa memandang perbedaan ras, suku, agama, dan politik.