Guru di Kota Bekasi yang tertarik menulis di Kompasiana. Penulis reflektif, dan pengamat kehidupan sosial sehari-hari. Menulis bagi saya adalah cara merekam jejak, menjaga kenangan, sekaligus mengolah ulang pengalaman menjadi gagasan yang lebih jernih. Saya tumbuh dari kisah pasar tradisional, sawah, dan gunung yang menjadi latar masa kecil di Cisalak-Subang. Kini, keseharian sebagai guru membuat saya dekat dengan cerita murid, dunia pendidikan, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Di Kompasiana, saya banyak menulis tentang: pendidikan yang manusiawi, dinamika sosial budaya, kenangan kecil yang membentuk cara pandang, serta fenomena keseharian seperti kafe, pasar, hujan, dan keluarga. Saya punya prinsip tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk merenung, tersenyum, atau tergerak untuk berubah.
Pusat Edukasi dan Wisata Religi
Di lantai dasar masjid ada museum sejarah Rasulullah SAW, perkembangan Islam di Indonesia, dan sejarah Islam di Jawa Barat. Museum ini menggunakan teknologi digital terkini, menjadikannya pusat edukasi yang keren dan informatif.
Menjadi tempat ibadah sudah pasti, masjid ini juga bisa jadi tempat belajar yang seru.
Taman-Taman Seni

Selain masjid dan danau, ada taman-taman tematik tentang kenabian yang asyik untuk dikunjungi. Di sisi timur masjid, ada patung kaligrafi "Al Jabbar" berwarna emas yang berdiri di atas plaza bundar dengan teraso motif Wadasan.
Pelataran besar di sisi timur dikelilingi koridor dengan kaca patri warna-warni dan paviliun wudu dengan mozaik cantik karya perajin Jawa Barat.
Dampak
Ke depannya masjid ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan wisata religi yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dan memakmurkan masjid.
Masjid Raya Al Jabbar adalah masjid kebanggaan baru Jawa Barat. Kalau Pemirsa ke Bandung, jangan lupa mampir ke sini dan rasakan sendiri keindahannya.