Ahmad Sadeli adalah mahasiswa S1 Manajemen sekaligus penulis dan konten kreator otomotif. Ia memiliki fokus pada isu bisnis, perilaku konsumen, serta fenomena sosial-ekonomi yang berkembang di masyarakat. Melalui platform Kompasiana dan konten digital, Ahmad menggabungkan pendekatan akademik dengan pengalaman praktis, khususnya di bidang otomotif. Ia berkomitmen menghadirkan tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga analitis, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Langkah 3 Keluarkan kampas rem lama
Setelah kaliper dilepas, kamu akan melihat dua buah kampas rem yang menjepit piringan cakram di kanan dan kiri. Kampas ini biasanya bisa dilepas dengan tangan atau bantuan obeng minus. Periksa kondisinya jika lapisan geseknya sudah tipis atau terlihat tidak rata, sudah jelas harus diganti.

Langkah 4 Dorong piston kaliper ke dalam
Sebelum memasang kampas baru yang lebih tebal, piston di dalam kaliper perlu didorong masuk kembali agar ada ruang yang cukup. Gunakan obeng minus atau alat bantu datar, lalu tekan piston secara perlahan dan merata ke arah dalam. Lakukan dengan hati-hati agar seal piston tidak rusak.
Langkah 5 Pasang kampas rem baru
Ambil kampas rem baru dan pasang ke posisi yang sesuai di dalam kaliper. Perhatikan arah dan orientasinya kampas harus terpasang simetris di kedua sisi piringan cakram. Pastikan tidak ada bagian yang miring atau tidak pada tempatnya.
Langkah 6 Pasang kembali kaliper ke garpu depan
Kembalikan kaliper ke posisi semula, masukkan ke dudukan di garpu depan, lalu kencangkan kedua baut dengan tangan terlebih dahulu sebelum dikencangkan penuh menggunakan kunci ring. Jangan terlalu keras agar baut tidak dol, tapi pastikan cukup kencang sehingga kaliper tidak goyang.
Pengecekan Akhir Jangan Dilewatkan
