Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Maesa Pararaider 0-0 dengan Farama, Masih Full PR Nih

16 Juni 2026   22:39 Diperbarui: 16 Juni 2026   22:39 131 3 0

Minggu, 14 Juni 2026 lalu adalah pekan pertama Liga Soeratin Jakarta U-15. Klub Maesa Pararaider FC berhadapan dengan Farama FC di partai ke-6 di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Laga berdurasi 60 menit tersebut, berakhir dengan skor 0-0.

Tantangan Pelatih Vs Spirit Pemain

Liga Soeratin Jakarta U-15, Maesa Pararaider lawan Farama. Masih masih banyak PR untuk tingkatkan kompetensi. Foto: Isson Khairul
Liga Soeratin Jakarta U-15, Maesa Pararaider lawan Farama. Masih masih banyak PR untuk tingkatkan kompetensi. Foto: Isson Khairul

Secara penampakan, postur tubuh para pemain Maesa Pararaider, lebih berisi dibandingkan pemain Farama. Tinggi badan pemain Maesa, juga relatif lebih merata, dibanding Farama. Yang sama, pemain kedua klub tersebut, sama-sama doyan bergerombol di lapangan.

Akibatnya, permainan tidak berkembang. Masing-masing klub melakukan serangan, tapi nyaris tidak memiliki pola. Banyak ruang kosong di lapangan, yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk mengatur serangan, namun tidak mereka dayagunakan.

Di akhir pertandingan, Tias Tano Taufik selaku pelatih Farama, mengungkapkan, "Permainan kita berantakan. Operan seringkali tidak terarah, entah kepada siapa ditujukan. Padahal, peluang kita untuk menciptakan gol, cukup banyak."

Di kesempatan yang sama, Tias Tano Taufik juga menyinggung rendahnya disiplin dalam latihan. "Kalau tidak latihan, tidak mungkin kita punya taktik strategi. Kalau latihan tidak lengkap, tidak mungkin kita punya chemistry di lapangan," ujar Tias Tano Taufik lebih lanjut.

Demikian pula dengan Liswanto, pelatih Maesa Pararaider. Saat briefing di akhir pertandingan, ia mengomentari para pemainnya yang cenderung malas-malasan di lapangan.

"Di lapangan ya waktunya bermain, waktunya bertanding untuk meraih kemenangan. Saat istirahat, ya istirahat. Kita harus sama-sama menjaga nama baik klub, reputasi klub," ungkap Liswanto, sebagai bagian evaluasinya terhadap laga yang baru saja usai.

Dalam konteks pembinaan, agaknya Tias Tano Taufik dari Farama dan Liswanto dari Maesa Pararaider, menghadapi tantangan yang hampir serupa, yaitu menegakkan disiplin para pemain. Realitasnya, mereka yang masih berusia U-15 ini, masih dominan masa kanak-kanaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3