Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Trik Jitu Menulis Buku Dan Mengubah Tulisan Menjadi Warisan

16 Juni 2026   14:52 Diperbarui: 17 Juni 2026   05:01 152 3 2

Ilustrasi artikel/dokpri
Ilustrasi artikel/dokpri

TRIK JITU MENULIS BUKU: KISAH OMJAY YANG MENGUBAH TULISAN MENJADI WARISAN ABADI

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) -- Guru Blogger Indonesia

Banyak orang bertanya kepada saya, "Pak Omjay, apa trik jitu menulis buku?"


Pertanyaan itu hampir selalu muncul setiap kali saya menjadi narasumber pelatihan menulis untuk guru, dosen, mahasiswa, maupun komunitas literasi. Ada yang bertanya dengan penuh semangat, ada yang bertanya dengan rasa penasaran, bahkan ada yang bertanya sambil mengeluh karena sudah lama ingin menulis buku tetapi tak kunjung selesai.

Saya menjadi teringat dengan tips menulis buku karya Andrea Hirata Penulis buku terkenal Indonesia.


Saya biasanya tersenyum sebelum menjawab. Mari kita simak dulu video di atas.

Sebab setelah menulis puluhan buku dan ribuan artikel, saya menemukan satu kenyataan sederhana yang sering dilupakan banyak orang. Trik menulis buku yang paling ampuh sebenarnya bukan terletak pada bakat, bukan pada kecerdasan, dan bukan pula pada teknologi canggih. Trik itu adalah keberanian untuk memulai dan ketekunan untuk terus menulis meskipun tidak ada yang membaca.

Saya belajar hal itu dari perjalanan hidup saya sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6